Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 5 Desember 2017 | 17:19 WIB
  • Elektabilitas Ridwan Kamil Tertinggi, Tapi Bisa Berubah

  • Oleh
    • Mohammad Arief Hidayat,
    • Eka Permadi
Elektabilitas Ridwan Kamil Tertinggi, Tapi Bisa Berubah
Photo :
  • VIVA/M Ali Wafa
Ridwan Kamil Kunjungi Kantor VIVA.co.id

VIVA – Tingkat keterpilihan atau elektabilitas Ridwan Kamil sebagai calon gubernur Jawa Barat masih tertinggi menurut hasil survei Poltracking Indonesia.

Menyusul di bawahnya, antara lain Deddy Mizwar dan Dedi Mulyadi, masing-masing kini menjabat Wakil Gubernur Jawa Barat dan Bupati Purwakarta.

Sebagaimana dipaparkan Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia, Hanta Yuda AR, di Jakarta pada Selasa, 5 Desember 2017, elektabilitas Ridwan Kamil mencapai 24,2 persen. Sedangkan Deddy Mizwar 7,1 persen dan Dedi Mulyadi 4,3 persen.

Tokoh lain yang disurvei, di antaranya Dede Yusuf, mantan wakil gubernur Jawa Barat; Uu Ruzhanul Ulum, Bupati Tasikmalaya; dan Abdullah Gymnastiar, dai pemimpin Pesantren Daarut Tauhid di Bandung. Namun elektabilitas mereka rata-rata hanya satu persen.

Poltracking juga menjajaki pendapat publik tentang tokoh lain, seperti Desy Ratnasari, Susi Pudjiastuti, Netty Prasetiyani Heryawan, Rieke Diah Pitaloka, Daniel Mutaqien, Cellica Nurrachadiana, dan Ahmad Syaikhu. Namun tak satu pun di antara mereka dengan elektabilitas lebih satu persen.

Menurut Hanta, berdasarkan aspek penilaian karakter, Ridwan Kamil juga menempati posisi teratas bersaing dengan Deddy Mizwar. Ridwan mendapatkan penilaian karakter dalam aspek agama Islam sebesar 33,6 persen, sementara Deddy Mizwar 30,9 persen.

Meski Ridwan Kamil unggul dalam banyak hal, kata Hanta, situasi masih sangat mungkin berubah karena politik di Jawa Barat cukup dinamis. Lagi pula, berdasarkan survei itu, responden yang belum menentukan pilihan atau kecenderungan pilihan masih cukup besar, yakni 55,8 persen. Persentase itu cukup banyak juga untuk mengubah penilaian akhir.

Survei Poltracking digelar pada 10-15 November 2017 dengan menggunakan metode stratified multistage random sampling. Margin of error dalam survei ini lebih kurang 2,8 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Responden diambil dari masyarakat di 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat. (mus)