Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 6 Desember 2017 | 05:55 WIB
  • Tahapan Uji Kepatutan Calon Panglima Baru oleh DPR

  • Oleh
    • Syahrul Ansyari,
    • Reza Fajri
Tahapan Uji Kepatutan Calon Panglima Baru oleh DPR
Photo :
  • ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
Kepala Staf TNI AU Marsekal Hadi Tjahjanto di Istana Kepresidenan Bogor.

VIVA - Komisi I DPR menjadwalkan uji kepatutan dan kelayakan calon Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto pada hari ini, Rabu 6 Desember 2017. Proses itu rencananya dimulai pukul 10.00 WIB.

Dalam uji tersebut, terdapat tiga tahapan yang diagendakan. Pertama, adalah penelitian kelengkapan administrasi. Kedua, penyampaian visi dan misi calon Panglima TNI yang baru. Ketiga, pendalaman atau tanya jawab.

"45 menit pertama kita lakukan pemeriksaan administrasi, sudah ada item-item yang akan ditanyakan. Kemudian, 10.45 kita mulai fit and proper test," kata Wakil Ketua Komisi I Tubagus Hasanuddin ketika dikonfirmasi.

Saat penyampaian visi dan misi, uji kemungkinan dilakukan secara terbuka kepada media. Namun, uji bisa digelar secara tertutup saat sesi pendalaman dari Komisi I.

"Ketika pendalaman, karena ada banyak mungkin hal-hal yang sifatnya rahasia, kita laksanakan tertutup. Banyak hal, termasuk renstra pengadaan alutsista. Kemudian, kegiatan-kegiatan lain yang boleh ditanyakan bebas setiap orang kepada calon Panglima TNI," ujar dia.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo sudah mengajukan nama KSAU Marsekal TNI Hadi sebagai calon panglima TNI menggantikan Jenderal Gatot Nurmantyo yang akan pensiun 1 Maret 2018. Pencalonan Marsekal Hadi sebagai panglima TNI sesuai dengan Pasal 13 Undang Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia.

Presiden Jokowi meyakini keputusannya mengajukan Marsekal Hadi sebagai calon tunggal panglima TNI menggantikan Jenderal Gatot Nurmantyo, adalah keputusan tepat. Kepala Staf TNI AU itu dinilai Jokowi sebagai prajurit yang profesional dan mampu memimpin organisasi TNI.