Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 6 Desember 2017 | 14:55 WIB
  • JK: Jokowi Tak Intervensi Golkar

  • Oleh
    • Hardani Triyoga,
    • Fajar Ginanjar Mukti
JK: Jokowi Tak Intervensi Golkar
Photo :
  • ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma
Presiden Joko Widodo Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla

VIVA – Wakil Presiden RI Jusuf Kalla menegaskan pemerintah tak ada intervensi terkait kondisi internal Partai Golkar. Menurut dia, Presiden Joko Widodo ingin Golkar tetap solid menghadapi agenda politik 2018.

Menurut JK, hal itu menjadi sebab Jokowi dan Pelaksana Tugas Ketua Umum DPP Golkar, Idrus Marham, melakukan pertemuan yang dikabarkan pada Minggu, 3 Desember 2017.

"Presiden tidak mengintervensi. Presiden mendorong agar Golkar tetap solid, iya," kata JK di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 6 Desember 2017.

JK menekankan agar pertemuan Jokowi dengan Idrus jangan sampai dipersepsikan ada intervensi pemerintah. Sebagai salah satu parpol pendukung pemerintah, Jokowi ingin Golkar terus solid, meski ada polemik terkait perlu atau tidaknya penyelenggaraan musyawarah nasional luar biasa (munaslub) untuk menggantikan Setya Novanto sebagai ketua umum.

"Jelas bahwa pemerintah ingin parpol itu solid bahwa ada demokrasi berjalan di dalam. Ya tentu kita mengharapkan itu," tutur JK.

Adapun Partai Golkar di bawah pimpinan Novanto sudah mendeklarasikan dukungan kepada Jokowi di Pilpres 2019. Dukungan ke Jokowi ini ditegaskan kembali saat rapat pimpinan nasional (rapimnas) Golkar, beberapa waktu lalu.

Status Novanto yang ditahan KPK karena dugaan kasus korupsi e-KTP menjadi polemik Partai Beringin. Kursi ketua umum Golkar menjadi panas. Sejumlah kader digadang-gadang bakal maju menjadi calon ketua umum bila munaslub Golkar digelar.

Beberapa kader yang disebut-sebut akan maju ke munaslub adalah Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Sumatera III Aziz Syamsudin, Plt Ketua Umum Golkar Idrus Marham dan Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Untuk Aziz Syamsudin, mantan ketua Komisi III DPR itu pernah masuk persaingan calon ketua umum pada munaslub Golkar di Bali, Mei 2016. Aziz sempat masuk tiga besar dalam proses pemungutan suara atau voting. Aziz saat itu kalah dari Ade Komarudin dan Setya Novanto.

Meski kalah, suara Aziz pada Munaslub 2016 mengalahkan kader senior seperti Indra Bambang Utoyo, Syahrul Yasin Limpo, Priyo Budi Santoso, serta Airlangga Hartarto. Di Munaslub 2016, Setya Novanto terpilih menjadi ketua umum Golkar.