Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 7 Desember 2017 | 15:37 WIB
  • PKS: Pengakuan Yerusalem Sama Saja Menindas Rakyat Palestina

  • Oleh
    • Hardani Triyoga
PKS: Pengakuan Yerusalem Sama Saja Menindas Rakyat Palestina
Photo :
  • VIVA.co.id/Anwar Sadat
Ilustrasi elite Partai Keadilan Sejahtera.

VIVA – Partai Keadilan Sejahtera ikut mengecam pernyataan Presiden AS Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai Ibu kota Israel.

Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini mengatakan, pernyataan Trump adalah provokasi yang bisa mengancam kedamaian Timur Tengah.

"Apa yang dilakukan Presiden Trump yang secara sepihak mengakui Yerussalem sebagai Ibu kota Israel merupakan blunder politik Pemerintahan AS," kata Jazuli dalam keterangannya, Kamis, 7 Desember 2017.

Jazuli meminta Kedutaan Besar AS harus menjelaskan sikap pemerintahnya. Hal ini menurutnya sensitif bagi rakyat Indonesia. Bahkan, tak hanya RI, dunia internasional ikut menyoroti kebijakan AS.

"Itu sama saja dukungan terhadap penjajahan dan penindasan rakyat Palestina. Ini juga melukai 1,7 milyar umat Islam dan umat-umat lain yang cinta perdamaian dan kedamaian dunia," tutur Anggota Komisi I DPR tersebut.

Kemudian, ia menekankan Indonesia punya posisi diplomasi yang jelas atas Palestina. Kata dia, menyesuaikan amanat UUD 1945, Indonesia menentang penjajahan di atas dunia termasuk terhadap rakyat Palestina yang dilakukan Israel.

"Pemerintah Indonesia selama ini selalu terdepan dalam mendukung upaya mewujudkan Palestina merdeka. Kami mendukung penuh protes keras Pemerintah RI atas pengakuan sepihak Yerussalem sebagai Ibu kota Israel atas dasar amanat konstitusi," jelas Jazuli.

Jazuli berharap, Pemerintah AS segera menganulir kebijakannya terkait pengakuan terhadap Israel tersebut. Sebab, sudah banyak kajian serta keputusan yang menegaskan Israel tidak punya hak atas Yerusalem.

"Apa yang dilakukan Pemerintah AS sama saja mengabaikan dan melanggar resolusi badan-badan dunia." (mus)