Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 16 Mei 2017 | 11:31 WIB
  • Ditemukan Tarantula Sebesar Wajah Manusia

  • Oleh
    • Siti Sarifah Alia,
    • Afra Augesti
Ditemukan Tarantula Sebesar Wajah Manusia
Photo :
  • Pixabay/JackWilliamHeckey
Ilustrasi tarantula.

VIVA.co.id – Sebuah ekspedisi yang dijalankan di Semenanjung Cape York, Australia, membuahkan hasil menakjubkan. Para ilmuwan mengklaim telah menemukan 50 spesies baru laba-laba.

Dalam ekspedisi tersebut, 23 ilmuwan mengidentifikasi laba-laba mulai dari tarantula sebesar wajah manusia, hingga laba-laba seukuran semut. Selain ilmuwan, ekspedisi ini juga melibatkan penjaga hutan dan pemangku adat setempat.

Survei yang dilakukan selama dua minggu ini merupakan bagian dari proyek penemuan Bush Blitz, sebuah kemitraan antara Pemerintah Australia, BHP Billiton Sustainable Communities dan Earthwatch. Principle Curator Museum Queensland, Robert Raven menyatakan bahwa keragaman laba-laba yang ditemukan di daerah itu sangat luar biasa.

"Di bawah satu batu, saya bisa menemukan laba-laba dari enam kelompok arakhnida. Saya benar-benar takjub melihat keenam kelompok ini," katanya dalam sebuah wawancara bersama Australian Geographic, sebagaimana dikutip Mongabay, Selasa, 16 Mei 2017.

"Ini adalah jumlah spesies terbesar yang pernah ditemukan Bush Blitz dalam satu ekspedisi. Jauh di sebelah utara Queensland ternyata masih ada berbagai macam laba-laba yang belum diungkapkan," ujar tim Bush Blitz dalam sebuah pernyataan tertulisnya.

Ini adalah pertama kalinya West Quinkan, yang terletak di Semenanjung Cape York, disurvei secara biologis. Kini, para peneliti sedang mengidentifikasi laba-laba temuannya untuk klasifikasi ilmiah formal. Di sisi lain, hingga saat ini ekspedisi Bush Blitz telah menemukan hampir 1.200 spesies baru, termasuk 201 spesies baru laba-laba.

"Mudah-mudahan ekspedisi ini dapat membantu kita untuk mengidentifikasi nilai-nilai alam yang harus kita lindungi, demi masa depan," ujar Brad Grogan, manajer korporasi Western Yalanji Aboriginal.