Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 16 Mei 2017 | 12:33 WIB
  • Nasib iPhone dan Android Pasca WannaCry

  • Oleh
    • Siti Sarifah Alia,
    • Afra Augesti
Nasib iPhone dan Android Pasca WannaCry
Photo :
  • REUTERS / Beck Diefenbach
Penantang Iphone 7 dari Google, Pixel Phone

VIVA.co.id – Para ahli mengemukakan perangkat Apple tampaknya tidak akan terpengaruh oleh WannaCry. Namun itu tidak berarti Mac atau iPhone kebal terhadap malware pada umumnya. Apple, yang mendapatkan pasar besar di dunia, dianggap menjadi target empuk penyerangan malware.

Di samping itu, ponsel Android juga sangat rentan terhadap serangan malware. Sebagian karena banyak ponsel Android yang menjalankan sistemnya dengan versi kuno. Hal ini menyebabkan incumbent pada operator ponsel untuk mendorong pembaruan.

Jika Anda lebih suka menggunakan Android, pertimbangkan untuk beralih ke salah satu handset milik Google, seperti Pixel. Handset ini cenderung menerima tambalan perangkat lunak Google, segera setelah diluncurkan. (Baca: Kenali jenis ransomware yang beredar saat ini)

"Ransomware mengikuti lintasan yang sama seperti phishing. Para penjahat mencari cara untuk menuangkan kejahatannya itu. Mereka tahu jenis bisnis mana yang mungkin membayar tebusan dan bagaimana mengumpulkan uang tanpa tertangkap," kata pakar keamanan digital Comodo, Phillip Hallam-Baker, sebagaimana dikutip dari Washington Post, Selasa, 14 Mei 2017.

Langkah proteksi iPhone dan Android

Untuk memproteksi perangkat ponsel pintar Anda, pastikan perangkat lunak yang Anda pakai adalah teknologi mutakhir. Pembaruan perangkat lunak sering kali mengandung banyak tambalan. Upgrade ini memperbaiki bug dan menutup celah keamanan. Yang harus Anda lakukan yakni:

1. Buat backup file terpenting, baik dengan men-download-nya ke hard drive eksternal atau dengan menyimpannya di layanan penyimpanan berbasis Cloud.

2. Gunakan kata sandi yang unik dan sukar diingat untuk setiap layanan Anda. Hal ini sedikit berlawanan dengan intuisi. Namun para ahli mengatakan, tindakan tersebut akan jauh lebih aman daripada alternatif lain yang menggunakan kembali kata kunci yang sama di beberapa situs web.

3. Periksa laporan medis dan kredit Anda untuk bukti aktivitas penipuan.

4. Di tempat Anda bekerja, mintalah administrator TI untuk memastikan perangkat Anda terlindungi dari WannaCry.

5. Abaikan email tak terduga yang masuk di inbox. Kenalilah phishing, salah satu jenis serangan rekayasa sosial yang paling umum digunakan oleh penyerang untuk berkompromi dengan mesin. (ase)