Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 17 Mei 2017 | 15:06 WIB
  • Senyawa Tanaman Mangga Bisa untuk Alternatif Kontrasepsi

  • Oleh
    • Amal Nur Ngazis
Senyawa Tanaman Mangga Bisa untuk Alternatif Kontrasepsi
Photo :
Daun Mangga

VIVA.co.id – Tim peneliti Amerika Serikat telah menemukan terobosan dalam inovasi kontrasepsi pria. Mereka menemukan bahan alami dari tanaman liar bisa dipakai sebagai kontrasepsi tanpa efek samping bagi kaum Adam. 

Dikutip dari BBC, Rabu 17 Mei 2017, kontrasepsi alami ini memanfaatkan senyawa dari akar tanaman dandelion atau Randa Tapak dan tanamaman 'anggur dewa guntur' yang sudah lama dipakai dalam obat tradisional Tiongkok. Senyawa yang disebutkan sebagai ‘kondom molekuler’ itu yakni pristimerin dan lupelol. 

Peneliti menuturkan, lupelol ditemukan pada tanaman mangga, akar Randa Tapak, lidah buaya, sedangkan pristimerin berasal dari tanaman triplinggium wilfordii (tanaman anggur dewa guntur) yang digunakan dalam pengobatan tradisional Tiongkok. 

Bahan kimia alami tersebut, kata tim peneliti, tidak akan menghalangi sperma menuju sel telur seperti kontrasepsi pada umumnya. Senyawa itu berfungsi untuk melambatkan laju sperma, dengan mencegah sperma mencambuk ekor dan mendorong ke arah sel telur. Dengan kata lain, senyawa akan memblokir progesteron, yang mana memicu sperma berenang kuat. Peneliti menegaskan, penggunaan senyawa itu tak akan merusak sperma.

"Senyawa itu tak akan membunuh motilitas basal sperma, tak beracun bagi sel sperma dan sperma tetap masih bisa bergerak," jelas asisten profesor biologi molekuler dan sel Universitas California Barkeley, Amerika Serikat, Polina Lishko. 

Dalam pengujiannya, senyawa tersebut terbukti mampu menghentikan pembuahan dengan mencegah sperma mencambuk ekornya. Ke depan, tim peneliti akan menguji sejauh mana kedua senyawa itu berfungsi pada primata. Hal ini karena, sel sperma primata bekerja dengan cara yang mirip dengan manusia. 

Sayangnya, tim peneliti mengatakan, kadar kedua senyawa pada tanaman tersebut tergolong rendah, sedangkan biaya untuk ekstraksi tergolong mahal. Tantangan tim peneliti yakni menemukan tanaman dengan kadar senyawa kontrasepsi yang kadarnya berlebih.

lidah buaya

Meski masih punya kelemahan, penemuan itu dinilai sukses menghadirkan pendekatan baru dalam kontrasepsi pria. 

"Ini adalah studi sangat menarik yang menunjukkan dua senyawa alami bisa melumpuhkan molekul kunci pada sperma, yang mengatur bagaimana mereka berenang di saat akhir sebelum pembuahan," jelas profesor andrologi Universitas Sheffield, Inggris, Allan Pacey.

tanaman liar dandelion

Ilustrasi tanaman dandelion