Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 17 Mei 2017 | 20:54 WIB
  • Oppo Musnahkan 23 Ribu Perangkatnya, Bukti Cintai Konsumen

  • Oleh
    • Amal Nur Ngazis,
    • Afra Augesti
Oppo Musnahkan 23 Ribu Perangkatnya, Bukti Cintai Konsumen
Photo :
  • VIVA.co.id/Afra Augesti
Oppo musnahkan 23.000 perangkat dengan kualitas di bawah standar

VIVA.co.id – Untuk pertama kalinya setelah melakukan riset pasar sejak 2013 hingga 2016, Oppo Indonesia akhirnya memutuskan untuk menghancurkan puluhan ribu perangkat yang memiliki kualitas di bawah standar. Alhasil, sebanyak 23 ribu perangkat diklaim dalam kondisi tak layak pakai.

Direktur Pengawasan Barang Beredar dan Jasa Kementerian Perdagangan, Wahyu Hidayat menyampaikan, produsen smartphone lain seharusnya melakukan hal serupa dengan apa yang dilakukan Oppo Indonesia. Sebab, penghancuran perangkat tak layak pakai yang di produksi oleh sebuah pabrik smartphone adalah bukti cinta kepada konsumen.
 
"Belakangan ini, perilaku konsumen Indonesia telah berubah dalam menciptakan pangsa pasar yang cerdas, terutama urusan smartphone. Sekarang bukan lagi produsen yang dipercaya konsumen, tapi konsumen lah yang mendapat kepercayaan dari para pelaku usah," ujar Wahyu saat mendatangi PT Prasadha Pamunah Limbah Industri di Cileungsi, Bogor, Rabu 17 Mei 2017.
 
Wahyu mengharapkan produsen produk berkomitmen menjaga kualitas produknya dan memastikan menjalankan mekanisme atas produk yang tidak layak.
 
"Sekiranya ada pelaku usaha yang merasa ada kekurangan pada produknya, ya barang itu harusnya ditarik kembali atau dihancurkan, karena secara tidak langsung pelaku usaha ini akan melindungi konsumen," katanya.
 
Wahyu juga menekankan kepada para pelaku bisnis agar selalu berpatokan pada Undang-undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Karena dengan demikian, baik produsen dan konsumen, keduanya sama-sama diuntungkan.
 
Selain smartphone, Wahyu menyebutkan, institusinya belum menerima laporan terkait penghancuran jenis barang lainnya.
 
"Produk lain sudah ada yang dimusnahkan. Untuk saat ini masih pompa air, untuk elektronik hanya ini. Rata-rata tahun kemarin paling banyak pompa air," ungkapnya.