Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 15 Juni 2017 | 16:10 WIB
  • Monyet Jadi Korban Tes Rudal Warisan Nazi

  • Oleh
    • Lazuardhi Utama,
    • Afra Augesti
Monyet Jadi Korban Tes Rudal Warisan Nazi
Photo :
Dua ekor monyet

VIVA.co.id – Seekor monyet bernama Albert II menjadi martir bagi rudal rancangan Nazi di sebuah lapangan terbang di White Sands, negara bagian New Mexico, Amerika Serikat.

Rudal tersebut dikenal dengan sebutan Roket Blossom V-2, senjata mutakhir milik Hitler yang telah dikerahkan menjelang akhir Perang Dunia II.

V-2 digunakan untuk memberangus kota-kota besar kelompok negara Sekutu – seperti London, Antwerp, dan Liège. Namun, pada Selasa 68 tahun yang lalu, roket tersebut - yang diadopsi dengan cepat oleh Amerika Serikat bersama dengan pengembang Jerman - memiliki tugas berbeda.

Setelah sukses lepas landas pada 14 Juni 1949, Blossom V-2 justru melambungkan Albert II ke ketinggian 83 mil atau 134 kilometer.

Tentu saja, penerbangan ini menjadikannya primata pertama yang pernah mengunjungi luar angkasa dan membuka jalan bagi manusia yang ingin pergi mengangkasa.

Sayangnya, Albert II harus menggantikan tonggak sejarah ini dengan nyawanya. Sekitar tiga menit setelah peluncuran, saat roket mencapai puncaknya, kapsul monyet tersebut terlepas dari pendorong roket yang mengantarnya kembali ke bumi.

Semuanya berjalan lancar, sampai pada akhirnya parasut dilepaskan dan gagal mengembang untuk memperlambat penurunan Albert II.

Favorit uji coba

Kira-kira enam menit setelah Albert II tewas meledak, sebuah letusan setinggi 10 kaki menandai kisah tragis monyet tersebut.

Perwira Proyek Angkatan Udara Studi Hewan V-2, David Simons, melaporkan bahwa detak jantung Albert II menjadi tidak stabil karena sangat terganggu oleh disorientasi pergeseran G-Force.

"Ini adalah rekaman pertama yang menggunakan respons hewan terhadap antariksa. Saya pikir, V-2 pantas mendapat pengakuan seperti itu-beberapa tahun lebih cepat dari Uni Soviet," ujar Simons, yang dikutip dari Motherboard, Kamis 15 Juni 2017.

Namun, Albert II bukanlah monyet pertama yang menjadi martir dalam eksperimen antariksa Nazi. Setidaknya, ada lima monyet dari 'Dinasti Albert' yang menjadi kelinci percobaan V-2.

Tak berhenti di situ. Pada 1959, AS berhasil mengembalikan primata - seekor monyet tupai bernama Miss Baker - dari luar angkasa.

Mereka kemudian mengamankan kelangsungan hidup pascapenerbangan Baker untuk jangka panjang. Sementara rekan Baker, monyet Rhesus Able, tewas karena komplikasi operasi elektroda, beberapa hari setelah misi gabungan mereka. (ren)