Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 21 Juni 2017 | 00:53 WIB
  • Smart Ciity Bikin Pemerintahan Lebih Transparan

  • Oleh
    • Raden Jihad Akbar,
    • Afra Augesti
Smart Ciity Bikin Pemerintahan Lebih Transparan
Photo :
  • Schneider-Electric.com
Konsep kota pintar

VIVA.co.id – Direktur Janderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika RI Semuel Abrijani Pangerapan menekankan, Smart City hendaknya tak hanya dijadikan jargon semata. Sistem kota pintar itu harus benar-benar dipersiapkan sematang mungkin, dalam memasuki era serba digital.

"Manajemen kotanya harus baik, termasuk pengelolaan resources lainnya, seperti sampah, jalan raya dan air," ungkapnya, saat berbincang dengan VIVA.co.id di Jakarta, Selasa 20 Juni 2017.

Untuk menjadi Smart City, kata Semuel, hal pertama yang harus dilakukan adalah menerapkannya dalam sistem pemerintahan. Apabila pemerintahan sudah menerapkan dalam kinerjanya sehari-hari, maka selanjutnya bisa diadaptasi ke lingkungan masyarakat.

"Pertama, pemerintahnya harus smart dulu. Pemerintahannya harus sudah menerapkan e-gov (elektronic government). Kalau kita ngomongin Smart City, ada tiga komponen yang bertranformasi, yaitu orangnya, pemerintahannya, dan bisnisnya," tegasnya.

Kota pada dasarnya adalah sistem besar yang terdiri dari berbagai sistem kecil lainnya. Terdiri dari sistem bangunan, transportasi, pendidikan, kesehatan, hingga perdagangan. Selanjutnya, ada entitas kehidupan, atau interaksi antarkomponen dan komunikasinya.

Mengingat ke depannya, Indonesia akan berubah wajah menjadi ekosistem digital. Maka dari itu, diperlukan inovasi baru sehingga bisa mendekatkan terhadap peradaban kota yang diinginkan. Inovasi cerdas terus diupayakan oleh peneliti, pengembang hingga otoritas kota.

"Percuma kalau kita menyediakan infrastruktur canggih, tapi masyarakatnya belum siap. Berarti harus ada penyuluhan. Smart City itu kan masuk ke era digital. Nah, berarti kita harus paham terlebih dahulu tentang digital, seperti apa digital yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari," ujar Semuel.

Semuel menambahkan, masyarakat Indonesia harus punya kesadaran baru. Selain itu juga dibutuhkan kecerdasan baru, agar mampu merubah mindset perihal era digital.

"Dengan adanya Smart City, pemerintah harus bertranformasi dan lebih terbuka, transparansi itu nomor satu," tegasnya.