Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 20 Juni 2017 | 09:57 WIB
  • Mimpi Mudik Tanpa Horor

  • Oleh
    • Hardani Triyoga,
    • Rifki Arsilan,
    • Eduward Ambarita,
    • Irwandi Arsyad,
    • Fikri Halim,
    • Rifki Arsilan,
    • Daru Waskita (Yogyakarta),
    • Fajar Sodiq (Solo),
    • Dwi Royanto (Semarang),
    • Nur Faishal (Surabaya),
    • Yandi Deslatama (Serang),
Mimpi Mudik Tanpa Horor
Photo :
  • ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A
Suasana jalan Tol Bawen-Salatiga terlihat dari Tuntang, Semarang, Jawa Tengah, Minggu, 28 Mei 2017.

VIVA.co.id – Sebuah rambu jalan yang baru berdiri kokoh. Di bawah rambu menandakan batas kecepatan maksimal  itu, tampak puluhan pekerja merapikan area pembatas jalan. Kepulan debu pekat dan terik matahari yang menyengat tak digubris.

Di area lain, ada sekitar tiga pekerja membereskan sisa puing dan besi coran beton masih yang berserakan. Sepuluh meter di dekat pekerja, ada alat berat pengaspal beton jalan. Di depan area ruas pintu masuk utama ada pembatas jalan bertuliskan 'Maaf, Jalur Dialihkan Ada Pengerjaan Pengaspalan'.

Itulah kondisi tiga pekan sebelum hari Lebaran Idul Fitri tahun ini di salah satu ruas Jalan Tol Solo-Kertosono. Berbagai pekerjaan terus dikebut agar jalan tol yang dibuka mulai Senin, 19 Juni ini siap dilewati pemudik untuk Lebaran tahun ini. Pengaspalan, pengecatan, hingga memasang rambu jalan disiapkan pengelola jalan bebas hambatan itu.

Perbaikan ruas Tol Solo-Kertosono jelang arus mudik 2017

Perbaikan ruas Tol Solo-Kertosono jelang arus mudik 2017. (VIVA.co.id/Fajar Sodiq)

Menjadi salah satu bagian dari jaringan Tol Trans Jawa, Tol Solo-Kertosono akan menjadi penghubung antara Jawa Tengah dan Jawa Timur. Dibandingkan tahun lalu, proses pengerjaan tahun ini mengalami kemajuan. Meski belum rampung seratus persen, namun hampir seluruh ruas jalan tol ini sudah dibeton.

Keberadaan ruas jalan yang biasa disebut Tol Soker ini akan menjadi andalan pemudik yang akan menuju Jawa Timur atau sebaliknya ke Jawa Tengah. Tol ini disiapkan dibuka sejak 19 Juni sampai 2 Juli untuk dilewati pemudik. [Baca juga: Mudik Nyaman ke Kampung Halaman]

Karena belum rampung, pemudik yang ingin melewati tol ini diimbau agar tetap hati-hati. Masih ada sekitar 54 titik ruas tol yang berdekatan dengan jalan kampung warga yang belum selesai dikerjakan. Di beberapa ruas tersebut masih menjadi persoalan karena tanah yang belum dikonstruksi.

"Masalahnya ada pada pembebasan lahannya," kata Direktur Utama PT Solo Ngawi Jaya, David Wijayanto saat inspeksi pengerjaan tol kepada VIVA.co.id, belum lama ini. [Lihat Infografik: Jalur Mudik Nusantara]

Jumlah pemudik yang akan lewat jalur ini diprediksi meningkat dua hingga tiga kali lipat. Perkiraan kasar, pemudik yang lewat jalur ini akan mencapai 10 ribu kendaraan per hari. Salah satu acuannya, proses pengerjaan area ruas tol yang hampir rampung. Meski target rampung selesai akhir tahun ini. "Kalau tahun lalu sekitar 4.000 unit kendaraan, kalau tahun ini bisa mencapai 8.000 hingga 10.000 pemudik," ujar David.

Kesiapan Tol Soker ini seperti daerah di Jawa yang akan memanjakan pemudik dengan adanya sarana tol baru. Sebut saja Tol Mojokerto-Surabaya, Brebes Timur-Pemalang, Batang-Semarang yang masuk dari jaringan Tol Trans Jawa.

Sebelumnya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PR) sudah mengoperasionalkan beberapa ruas tol di sepanjang semester pertama tahun ini. Salah satu ruas tol yang dioperasionalkan seperti Semarang-Solo Seksi III Bawen-Salatiga sepanjang 17,6 kilometer dan ruas Gempol-Pasuruan Seksi I Gempol-Rempang dengan panjang 13,9 kilometer.

Selanjutnya, tol penyambung mudik