Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Sabtu, 17 Juni 2017 | 15:35 WIB
  • Mudik Nyaman ke Kampung Halaman

  • Oleh
    • Raden Jihad Akbar,
    • Fikri Halim,
    • Syaefullah,
    • Anwar Sadat
Mudik Nyaman ke Kampung Halaman
Photo :
  • ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal
Sejumlah warga mendatangi posko Mudik Gratis yang sudah tutup masa pendaftaran di kantor Dishub Kota Tangerang Selatan, Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Rabu 7 Juni 2017.

VIVA.co.id – Pagi itu, ratusan warga Jakarta memadati pelataran Kantor Pusat Pengurus Besar Nahdlatul Ulama di Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat. Mereka mengantre untuk mendaftarkan diri mengikuti program mudik gratis yang digelar PBNU bagi masyarakat Jakarta. 

Dede (40), seorang ibu rumah tangga warga Pondok Labu, mengaku rela berangkat pagi-pagi dari rumah untuk sampai ke lokasi tersebut. Berdesakan dengan para calon peserta lainnya pun tidak masalah baginya asal mendapatkan tiket mudik. 

Kepada VIVA.co.id, Kamis 15 Juni 2017, Dede menceritakan, dia sudah dua tahun tidak mudik ke kampungnya di Bumi Ayu, Jawa Tengah. Keterbatasan biaya membuat ibu satu anak ini harus merelakan untuk melewatkan momen hari raya Idul Fitri bersama di kampung halaman. 

"Daftar tanggal 3 Juni, Alhamdulillah tanggal 10 Juni kemarin saya sudah ambil tiketnya," ujarnya. 

Di Jakarta, Dede, suami, dan anaknya tinggal di rumah kontrakan sederhana di daerah Pondok Labu, Jakarta Selatan. Penghasilan sang suami sebagai sopir angkot masih belum cukup disisihkan untuk keperluan mudik Lebaran setiap tahunnya. 

Bahkan, untuk membiayai hidupnya sehari-hari dan biaya sekolah anaknya, dia pun mendapatkan penghasilan tambahan dari profesi sampingan sebagai asisten rumah tangga harian di kawasan tempat tinggalnya. Namun, hal tersebut tidak mematahkan semangatnya untuk hidup di ibu kota. 

Tahun ini, hasratnya untuk melepas kerinduannya dengan sanak keluarganya di kampung akan bisa terwujud. Dia dan anaknya yang baru berusia 9 tahun akan berangkat dengan bus bersama dengan rombongan mudik gratis yang digelar PBNU. 

"Suami saya ingin di Jakarta saja cari duit lebih buat kontrakan," tuturnya.  

sorot mudik gratis
Pendaftaran Mudik Berkah Bareng NU di kantor PBNU, Jakarta. (Twitter/ @nu_online)  

Ketua Pelaksana Mudik Berkah Bareng NU, Ibnu Hazen, kepada VIVA.co.id di Jakarta, Senin, 12 Juni 2017 mengatakan, PBNU menyediakan 40 bus dengan total peserta sebanyak 2.320 orang dalam gelaran mudik gratis ini. 

Ibnu menuturkan, rute mudik gratis yang disediakan PBNU pada tahun ini yakni, Purwakarta, Subang, Indramayu, Cirebon, Brebes, Tegal, Slawi, Solo, Wonogiri, Semarang, Cilacap, Purwokerto, Malang, Surabaya, Malang, Blitar, Pacitan, Surabaya, Madura, dan daerah Sumatera.

"Alhamdulillah tahun ini baru ke Sumatera, Lampung. Ada dua bus (ke Lampung) dan itu sudah terisi semua," katanya.

Dia menegaskan, mudik gratis dari PBNU ini tak hanya diperuntukkan bagi warga muslim. Namun, diperbolehkan juga warga non-muslim untuk ikut mudik gratis tersebut.

"Karena NU (Nahdlatul Ulama) punya bangsa ini, enggak mengotak-ngotakkan. Tapi utamanya warga NU, baik yang mempunyai KartaNU maupun yang tidak, yang penting amaliah NU. Ada yang non-muslim juga. NU mengayomi semua umat," tuturnya.

Adapun, menurut dia, syarat untuk mendaftar mudik gratis dari PBNU cukup memberikan fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) kepada panitia mudik gratis. Namun, dari jumlah kursi yang disediakan sudah terisi semua.

"Nanti berangkatnya tanggal 18 Juni 2017 dari kantor PBNU," katanya.

Tentunya, kata Ibnu, mudik gratis ini PBNU menggandeng sejumlah sponsor, di antaranya Bank Mandiri, Bank Mandiri Syariah, Minuman Larutan Cap Badak, dan Pegadaian.  

Selanjutnya, Tradisi Mudik Gratis