Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Sabtu, 14 Oktober 2017 | 14:48 WIB
  • Blade Runner 2049, Eksistensialisme dalam Dunia Distopia

  • Oleh
    • Elly Herawati,
    • abbypangeran
Blade Runner 2049, Eksistensialisme dalam Dunia Distopia
Photo :
  • U-Report
Poster film Blade Runner 2049.

VIVA.co.id – Durasi yang panjang dimanfaatkan Dennis Villeneuve untuk mengeksplorasi setiap detil dunia distopia ciptaannya. Naskah filosofis yang subtil dipadukan dengan sinematografi cantik terasa seperti lagu klasik yang merdu dan mengalun pelan.

Blade Runner 2049 bukan kali pertama Dennis Villeneuve mencoba menyajikan gagasan eksistensialisme sebagai sebuah subteks dari film bertemakan fiksi sains. Kita tentu masih ingat karyanya di awal tahun ini, Arrival, yang meskipun kurang mendapat sambutan meriah namun menyisakan berbagai pertanyaan bagi kita sebagai manusia, benarkah kita sendirian di jagat raya dan di mana posisi kita di alam semesta?

Diperankan oleh Ryan Gosling, Opsir K adalah anggota kepolisian Los Angeles yang berbeda dengan rekan-rekannya, dia seorang manusia buatan. Fitrahnya yang tertanam dalam kode genetisnya yaitu patuh kepada perintah manusia yang diplot menjadi atasannya. Dia diberi tugas sebagai pemburu manusia buatan versi lama yang dianggap sudah kuno dan berpotensi membelot. Sebagai blade runner, sebutan bagi profesi yang diembannya, tidak ada abnormalitas yang dihadapinya dalam pekerjaan sehari-hari.

 

Baca Selengkapnya...