Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 10 November 2017 | 17:38 WIB
  • Habis Bapakisme, Terbitlah 'Laki-laki Baru'

  • Oleh
    • Sumiyati,
    • voxpopid
Habis Bapakisme, Terbitlah 'Laki-laki Baru'
Photo :
  • VIVA.co.id/Muhamad Solihin
Nicholas Saputra dan film Ada Apa Dengan Cinta 2

VIVA – Sebelum tahun 2000-an, tokoh utama pria di sinema Indonesia ditampilkan sebagai kepala rumah tangga, pemberi nafkah, pengayom, dan pelindung.

Sejak tahun 2000-an, tokoh utama laki-laki mulai digambarkan bersifat lembut, sensitif, ekspresif secara emosional, egalitarian, terlibat dalam pengasuhan, mau berkompromi soal karier demi mendukung pasangannya dan terlibat dalam pekerjaan rumah tangga.

Pergeseran itu menunjukkan perubahan penggambaran maskulinitas ideal di sinema Indonesia. ‘Laki-laki baru’ mulai hadir di sinema Indonesia. “Ada Apa dengan Cinta” (2002) menggemparkan Indonesia tidak hanya dengan adegan ciuman remaja, tapi juga dengan maskulinitas jenis baru yang ditawarkan melalui Rangga.

Baca selengkapnya...