Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 30 November 2017 | 16:38 WIB
  • Penyebab Jumlah Pendonor Kornea di Indonesia Rendah

  • Oleh
    • Jujuk Ernawati,
    • Adinda Permatasari
Penyebab Jumlah Pendonor Kornea di Indonesia Rendah
Photo :
  • Pixabay/Adina Voicu
Ilustrasi mata

VIVA – Angka kebutaan di Indonesia sekitar 3 persen dari populasi. Meski terlihat rendah, namun memberi dampak sangat kuat terhadap penderitanya.

Ketua Bank Mata Indonesia dr. Tjahjono D. Gondhowiardjo, SpM(K) mengatakan, meski terlihat kecil, tapi kita harus pula membayangkan bahwa orang yang mengalami kebutaan ini menghadapi malapetaka dalam hidupnya.

"Kehidupan pribadi dan keluarganya rusak, produktivitasnya juga menjadi rendah," ujar Tjahjono usai pembukaan Lions Eye Bank Jakarta di JEC Kedoya, Jakarta, Kamis, 30 November 2017.

Jika mengaitkan dengan kornea, dari 3 persen kebutaan tersebut, sekitar 3,5 persennya merupakan kebutaan kornea. Kebutaan ini bisa dicegah dengan melakukan transplantasi kornea.

Namun, jumlah kornea donor yang dibutuhkan untuk mengobati kebutaan ini di Indonesia masih sangat rendah. Jumlah pendonor juga masih sedikit untuk kornea.

"Terkait dengan donasi, di Indonesia tidak gampang karena banyak sekali kontroversi," kata Tjahjono.

Misalnya, seorang yang meninggal dunia ingin mendonorkan matanya. Keinginan ini disetujui istri, tapi tidak disetujui kakaknya. Untuk menghindari konflik, akhirnya donor tidak dilakukan.

Berbeda dengan negara luar, di mana ketika seseorang meninggal dan memutuskan untuk donor, maka pihak manapun tidak bisa mencampuri keputusan pendonor. Belum lagi jika membicarakan donor organ dari sisi agama. Indonesia yang mayoritas Islam meyakini bahwa jenazah yang dicacah organnya, sama dengan mencacah orang yang hidup.

Begitu juga dengan ajaran lain seperti Buddha, meski mendorong donor mata sebagai bagian dari ibadah namun di negara seperti Vietnam justru yang mendukung pertama kali adalah pemeluk Katolik.

"Hal-hal yang dikaitkan ini sangat banyak, mesti diatasi dengan kesadaran bahwa memberikan kornea merupakan bagian dari memberikan kehidupan bagi orang lain," ujar dia. (ase)