Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Sabtu, 30 September 2017 | 13:32 WIB
  • Gugur Bunga, Lagu Nasional Paling Menyayat Hati

  • Oleh
    • Sumiyati,
    • tipsiana
Gugur Bunga, Lagu Nasional Paling Menyayat Hati
Photo :
  • U-Report
Ismail Marzuki, sang maestro musik Indonesia, pengarang lagu.

VIVA.co.id – Tadi malam adalah malam yang spesial. Setelah 19 tahun tak lagi ditayangkan, film Pengkhianatan G30S/PKI kembali bisa ditonton di salah satu stasiun televisi nasional, tvOne. Pro kontra tentang pantas tidaknya film tersebut diputar kembali selesai sudah, penasaran publik terpuaskan dan kita kembali bisa mengenang sejarah kelam negeri ini lewat film kolosal tersebut.

Ada satu yang mencuri perhatian dari penayangan film ini. Di bagian akhir film, penonton benar-benar terbawa suasana batin yang dalam dan kelam ketika melihat bagaimana para Jenderal yang diculik dan dibunuh, satu-persatu diangkat dari sumur tua di kawasan Lubang Buaya.

Momen itu begitu menyayat hati dengan alunan lagu "Gugur Bunga di Taman Bakti" yang mengiringi pidato Mayjen Soeharto dan Jenderal A.H. Nasution. Bila kita ingat lagu "Untuk Kita Renungkan" ciptaan Ebieth G Ade sebagai 'lagu wajib' ketika Indonesia sedang tertimpa bencana alam, maka lagu yang kemudian lebih dikenal dengan judul singkat "Gugur Bunga" ini bisa dikatakan adalah lagu wajib yang selalu mengalun pada peristiwa-peristiwa mengenang pahlawan atau kehilangan tokoh nasional.

Baca selengkapnya...

File Not Found