Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 7 November 2017 | 15:50 WIB
  • Bencana Banjir, Modal Malaysia Benamkan Timnas U-19

  • Oleh
    • Riki Ilham Rafles
Bencana Banjir, Modal Malaysia Benamkan Timnas U-19
Photo :
  • Dok. PSSI
Pertandingan Timnas Indonesia U-19 vs Malaysia

VIVA – Tim nasional Indonesia U-19 dibenamkan Malaysia dengan skor 1-4 dalam pertandingan lanjutan Grup F Kualifikasi Piala Asia U-19 di Paju Public Stadium, Senin 6 November 2017. Kekalahan itu amat mengejutkan publik Tanah Air.

Bukan tanpa alasan, karena di atas kertas Timnas U-19 diprediksi bisa menang atas Malaysia. Di dua pertandingan awal, Skuat Garuda Muda menang masing-masing dengan skor 5-0 atas Brunei Darussalam dan Timor Leste.

(Baca juga: Pulang dari Korea, Timnas U-19 Bawa Banyak 'PR')

Sedangkan Malaysia cuma bisa menang 3-1 melawan Timor Leste, dan 1-0 saat berhadapan dengan Brunei. Namun, pelatih Malaysia, Bojan Hodak melihat peluang dari luar lapangan guna membangkitkan motivasi anak asuhnya.

"Saya gunakan permainan psikologi untuk menaikkan semangat pemain," tutur Bojan, seperti dikutip dari Berita Harian.

Juru taktik asal Kroasia tersebut menggunakan bencana banjir yang menerpa Pulau Pinang dan Kedah sebagai penyuntik motivasi. Kebetulan, dalam skuat asuhannya saat ini, banyak pemain yang berasal dari sana.

"Saya ingatkan kepada mereka mengenai kesusahan keluarga yang jadi korban banjir di Pinang dan Kedah. Tak saya sangka pemain saya memberi respons yang cukup baik," imbuhnya.

(Baca juga: Timnas U-19 Masih Bongkar Pasang Pemain Jelang Piala Asia)

Dengan kemenangan atas Timnas U-19, skuat asuhan Bojan berpeluang besar untuk melaju ke Piala Asia U-19 2018 di Indonesia. Mereka berada di urutan kedua klasemen sementara Grup F dengan poin sembilan, sama seperti yang dimiliki Korea Selatan sebagai pemuncak klasemen.

Pada Rabu 8 November 2017, Malaysia akan berhadapan dengan Korsel. Andai pun mereka kalah dari tim tuan rumah, namun peluang lolos ke Piala Asia U-19 tetap terbuka. Karena saat ini mereka masuk zona aman untuk tim yang lolos sebagai runner up terbaik grup.  (mus)