Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 7 November 2017 | 17:50 WIB
  • Telepon Genggam Jadi Barang Mahal di Timnas U-19

  • Oleh
    • Riki Ilham Rafles
Telepon Genggam Jadi Barang Mahal di Timnas U-19
Photo :
  • Istimewa
Sesi latihan Timnas Indonesia U-19 di Korea Selatan

VIVA – Telepon genggam merupakan barang yang kini selalu dekat dengan orang. Akan tetapi, bagi pemain tim nasional Indonesia U-19 menjadi barang mahal. Setiap pukul 20.30 WIB, telepon genggam mesti mereka kumpulkan ke asisten pelatih Miftahudin.

Baru pada pagi harinya, usai sarapan pukul 09.00 WIB, telepon genggam dikembalikan kepada pemain. Kebiasaan itu diterapkan ketika Timnas U-19 menggelar pemusatan latihan di Cijantung, Jakarta Timur dan berlanjut hingga kini saat mereka berada di Korea Selatan mengikuti Kualifikasi Piala Asia U-19.

(Baca juga: Bencana Banjir, Modal Malaysia Benamkan Timnas U-19)

"Aturan ini, kami buat agar pemain dapat beristirahat dengan cepat tanpa terganggu dengan telepon genggam. Tim-tim negara lain saya lihat juga banyak melakukan ini terutama saat sedang berlaga di turnamen," kata pelatih Timnas U-19, Indra Sjafri, dikutip dari siaran pers yang diterima VIVA.

Diakui juru taktik berusia 54 tahun tersebut, aturan ini diterima dengan baik oleh anak asuhnya. Tak ada protes dari para pemain karena mereka mengerti tujuannya adalah mengajarkan disiplin dan konsentrasi.

Gelandang Timnas U-19, Muhammad Luthfi Kamal mengaku setuju dengan aturan tersebut. Konsentrasi dan fokusnya dalam berlatih dan bertanding terbantu.

"Awalnya kami belum terbiasa, namun lama kelamaan kami sudah tidak ada masalah dengan aturan ini. Dan ini juga untuk kebaikan kami agar dapat beristirahat dengan cepat tanpa terganggu dengan aktivitas telepon genggam kami," ujar Luthfi.

(Baca juga: Pulang dari Korea, Timnas U-19 Bawa Banyak 'PR')

Ketika telepon genggam kembali kepada pemain, Luthfi mengatakan lebih sering memantau media sosial. Sebab, dari sana mereka tahu bagaimana dukungan para suporter kepada Timnas U-19.

"Dari situ kami dapat melihat langsung para suporter Indonesia memberikan semangat kepada kami agar selalu berjuang maksimal untuk Timnas Indonesia," tuturnya. (art)