Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 22 November 2017 | 22:09 WIB
  • AFC Pantau Aceh World Solidarity Cup 2017

  • Oleh
    • Muchamad Syuhada,
    • Dani Randi (Banda Aceh)
AFC Pantau Aceh World Solidarity Cup 2017
Photo :
  • ANTARA Foto/Sigid Kurniawan
Pemain Timnas U-23 Indonesia, Septian David Maulana (kiri)

VIVA – Federasi Sepakbola Asia, atau AFC melayangkan surat rekomendasi persetujuan digelarnya pertandingan Aceh World Solidarity Cup 2017, yang akan berlangsung pada 2-6 Desember 2017 mendatang, di Stadion Lhong Raya, Banda Aceh, Aceh.

Dalam surat itu, Sekjen AFC, Dato Windsor John menuliskan bahwa pihaknya menyambut positif  pertandingan yang akan mempertemukan empat negara tersebut. Kendati demikian, ia meminta agar pertandingan dapat berlangsung sesuai tata cara pertandingan Internasional.

"Kami harap pertandingan sesuai dengan pasal 13 peraturan tata cara pertandingan Internasional AFC dan pasal 12 peraturan pertandingan FIFA, Kami juga berharap, agar pertandingan berjalan baik dan berhasil hingga selesai," tulis Dato.

Surat itu disampaikan langsung oleh Sekretaris Jendral Badan Olah Raga Profesional Indonesia (BOPI), Heru Nugroho, pada wartawan di Banda Aceh, Rabu 22 November 2017. Ia menyebutkan, turnamen Internasional antar negara telah lama tidak berlangsung di Indonesia.

"Ini berkah bagi Indonesia dan juga Aceh khususnya. Kita menginginkan ini dapat berlangsung dengan baik karena pesan dari AFC mereka akan memantau pertandingan ini," ujarnya.

Katanya, pertandingan ini sudah mendapatkan restu dari semua pihak baik PSSI, AFC dan BOPI. Selain itu ia mencanangkan agar AWSC bisa menjadi agenda tahunan dan masuk ke dalam agenda FIFA sehingga dapat terus berlangsung setiap tahunnya dan menjadi agenda tetap seperti di negara lain.

Ia mencontohkan, seperti di Jepang ada Suzuki Cup, Thailand ada King Cup, Malaysia memiliki King Cup. Maka Indonesia di harapkan melalui Aceh harus memiliki pertandingan sendiri yang akan digelar setiap tahunnya serta melibatkan negara-negara di Asia.

"AWSC akan menjadi simbol Aceh sehingga dengan event ini akan mengankat Aceh ke mata dunia, bahwa negara yang pernah dilanda tsunami dan konflik ini adalah daerah aman tidak sesuai penilaian orang luar," ujarnya.

Pertandingan AWSC 2017 akan diikuti oleh empat negara. Timnas Indonesia, Mongolia, Kyrgistan dan Brunei Darussalam. Akan memperebutkan hadiah juara pertama sebanyak 50.000 dollar AS, juara dua 25.000 dollar AS, Faif Play 5.000 dollar AS, top skor 2.500 dollar AS dan best player 2.500 dollar AS.