Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 7 Desember 2017 | 23:44 WIB
  • Piala Pertiwi Tumbuhkan Semangat Sepakbola Wanita Indonesia

  • Oleh
    • Riki Ilham Rafles
Piala Pertiwi Tumbuhkan Semangat Sepakbola Wanita Indonesia
Photo :
  • pssi.org
Tim sepakbola wanita Jambi di Piala Pertiwi

VIVA – Turnamen sepakbola wanita garapan PSSI yang bertajuk Pertiwi Cup sudah memasuki babak 8 besar. Ajang yang sekaligus dijadikan sebagai Test Event Road to Asian Games 2018 dihelat di Palembang sejak awal Desember 2017.

Jawa Barat, DI Yogyakarta, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Bangka Belitung, dan Bali akan saling adu sikut guna memperebutkan tiket ke semifinal.

"Bersyukur hari ini kami menang lawan Bengkulu dan lolos ke babak delapan besar. Apresiasi kepada pemain, hari ini bermain luar biasa, kerja keras dan disiplin," kata pelatih Bali, Sandhika Pratama, dikutip dari laman resmi PSSI, Kamis 7 Desember 2017.

Para pemain harus maksimal menunjukkan kemampuannya di ajang ini. Karena PSSI juga menjadikan Piala Pertiwi 2017 sebagai medium penjaringan bakat skuat tim nasional wanita Indonesia pada Asian Games 2018 mendatang.

Sepakbola wanita di Indonesia sangat minim mendapat perhatian. Meski pada Piala Pertiwi kali ini ada 12 provinsi, namun sebagian baru pertama kali mencicipi bermain di level nasional.

Salah satu peserta baru di Piala Pertiwi adalah Jambi dan Sulawesi Selatan. Walau gugur sejak fase grup, namun keduanya mengaku senang akhirnya bisa meramaikan blantika persepakbolaan wanita nasional.

"Senang rasanya bisa berlaga di ajang ini. Kami akan terus bekerja keras dan berharap tahun depan kami bisa meraih prestasi," kata kapten Sulawesi Selatan, Jessica Virginia.

Semangat positif juga ditunjukkan oleh pelatih Jambi, Antoni. Dia mengaku akan terus menggelorakan semangat sepakbola wanita di daerah, meski di kali pertama ini mendapatkan hasil tidak bagus.

"Kami di daerah akan terus menggelorakan sepak bola putri. Kita yakin PSSI sangat serius untuk memajukan sepak bola putri. Karena potensi pemain kita sebenarnya tidak kalah dengan negara lain terutama di kawasan ASEAN," ujarnya.