Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 8 Desember 2017 | 04:44 WIB
  • Dongkrak Kualitas Wasit, PSSI Butuh Rp13 Miliar

  • Oleh
    • Riki Ilham Rafles
Dongkrak Kualitas Wasit, PSSI Butuh Rp13 Miliar
Photo :
  • Istimewa
Ilustrasi wasit di ajang Liga 1

VIVA – Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) sedang berupaya mendapatkan dana Rp13 miliar dari Federasi Sepakbola Dunia (FIFA). Uang sebanyak itu akan disalurkan guna mendongkrak kualitas perangkat pertandingan, seperti wasit dan pengawas pertandingan.

PSSI terlebih dahulu mengajukan proposal dalam FIFA Forward Program. Menjawab keinginan tersebut, otoritas tertinggi sepakbola dunia tersebut mengirimkan wakilnya, Kari Seitz.

Perempuan berusia 47 tahun itu merupakan Manajer Wasit FIFA. Dia akan berada di Indonesia selama dua pekan. Sosok Kari sudah tampak saat Presiden Joko Widodo mengunjungi latihan tim nasional Indonesia U-16 di Lapangan C Senayan, Sabtu 2 Desember 2017 lalu.

“PSSI mengajukan program FIFA Forward, namanya adalah Match Official Reform, yang digunakan untuk pengembangan perangkat pertandingan, terutama wasit," kata Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha Destria, dikutip dari laman resmi PSSI. 

"Jadi kita akan habiskan dana sebesar 13 miliar dari FIFA sepanjang tiga tahun sampai 2020 untuk melakukan reformasi perangkat pertandingan ini,” imbuhnya.

Untuk langkah awal kunjungan Kari ke Indonesia, PSSI mengajaknya bertemu dengan perangkat pertandingan Liga 3 di Semarang pada Minggu 3 Desember 2017. Mantan wasit asal Amerika Serikat tersebut melihat ada keseriusan Indonesia untuk menggarap proyek ini.

"Saya melihat keseriuasan dan semangat yang besar. Dari beberapa pertemuan, saya juga melihat antusias yang tinggi dari perangkat pertandingan untuk belajar. Ini sangat positif ,” kata Kari.

Jalin Kerja Sama dengan Jepang

Tisha bersama Wakil Ketua Umum PSSI, Joko Driyono, pada pekan ini juga bertemu dengan Presiden Federasi Sepakbola Jepang (JFA), Tashima Kohzo. Kedua belah pihak bertemu untuk menandatangani perjanjian kerja sama peningkatan mutu wasit.

Rencananya pada 12-15 Januari 2018 mendatang, JFA akan mengirimkan pemantau wasit, Toru Kamikawa dan Raymond Olivier ke Indonesia. Dan pada 16-18 Januari 2018, giliran instruktur wasit asal Jepang, Yoshimi Ogawa yang memberikan materi kursus kepada wasit Tanah Air.

Dikutip dari laman resmi Federasi Sepakbola Asia (AFF), tujuan dari kerja sama ini adalah meningkatkan kualitas wasit di Indonesia, terutama di Liga 1. Menjadi penting karena pada musim lalu, protes kepada buruknya kepemimpinan sang pengadil kerap terjadi.

Hal itulah yang kemudian memaksa PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi mengeluarkan kebijakan menggunakan wasit asing di putaran kedua Liga 1 2017. Namun tetap saja, masih ada protes-protes yang muncul dari klub.

Di Indonesia sendiri baru ada lima wasit yang mengantongi lisensi FIFA. Mereka adalah Thoriq Munir Alkatiri, Oki Dwi Putra, Mustafa Umarela, Yudi Nurcahya, dan Dwi Purba Adi Wicaksana.

Sedangkan untuk asisten wasit yang memiliki lisensi FIFA ada sebanyak tujuh orang, yakni Bambang Samsudar, Nurhadi, Beni Andriko, Dinan Lazuardi, Agus Mulyadi, Dede Duha dan Agus Prima Aspa.