Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 10 Oktober 2017 | 11:35 WIB
  • Bahaya Rabies Intai Piala Dunia 2018, Benarkah?

  • Oleh
    • Satria Permana
Bahaya Rabies Intai Piala Dunia 2018, Benarkah?
Photo :
  • REUTERS/Darren Staples
Pemain Timnas Inggris, Jamie Vardy (kiri) dan Dele Alli (kanan).

VIVA.co.id – Skuat Timnas Inggris dijadwalkan akan melakoni suntik vaksin rabies sebelum bertokal ke Rusia demi berkiprah dalam ajang Piala Dunia 2018. Tindakan ini diperlukan karena Rusia masuk ke dalam zona berbahaya yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan Inggris.

Dalam analisis pemerintah Inggris, Rusia termasuk daerah berbahaya terkait penyakit rabies. Angka kematian dari penyakit tersebut terbilang tinggi.

Sebab, masih banyak hewan liar yang berkeliaran di daratan Rusia. Sebut saja serigala, kelelawar, rubah, rusa, tupai, dan landak.

Hewan-hewan tersebut, diklaim menjadi yang paling banyak menyumbang angka kematian di Rusia.

"Sebenarnya masih terlalu dini bicara soal vaksin ini. Tapi, kami akan mempertimbangkan opsi ini dan membuka diskusi medis," kata salah seorang anggota ofisial Timnas Inggris dilansir Daily Mirror.

Pada dasarnya, opsi Timnas Inggris untuk melakukan vaksi rabies terbilang sebagai tindakan yang berlebihan. Karena, kasus kematian dengan penyebab penyakit rabies kebanyakan muncul di kawasan pedesaan Rusia.

Sedangkan, Piala Dunia 2018 digelar di bagian barat, kawasan yang potensi rabiesnya sangat rendah. "Wisatawan hanya harus mengikuti petunjuk keselamatan yang sudah diatur," begitu pernyataan juru bicara Kementerian Pariwisata Rusia.