Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 30 Oktober 2017 | 08:06 WIB
  • Napoli Mencoba Realistis di Liga Champions

  • Oleh
    • Muhammad Indra Nugraha
Napoli Mencoba Realistis di Liga Champions
Photo :
  • REUTERS/Ciro De Luca
Para pemain Napoli merayakan kemenangan

VIVA.co.id - Pelatih Napoli, Maurizio Sarri, mengatakan bila Liga Champions juga menjadi prioritas timnya. Namun, I Partenopei mencoba untuk realistisnya dalam pertarungannya di kompetisi kasta pertama Eropa itu.

Napoli tengah dalam performa terbaiknya di Serie A, dengan tidak terkalahkan dalam 11 pertandingan. Marek Hamsik cs kini memuncaki klasemen dengan 31 poin, unggul tiga poin dari Juventus di posisi kedua.

Namun, konsentrasi Napoli harus terbagi dua dengan Liga Champions. Mereka saat ini berada di peringkat ketiga Grup F dengan raihan tiga poin, atau kalah tiga poin dari Manchester City dan Shakhtar Donetsk.

Peluang Napoli untuk lolos ke 16 besar kian sulit karena mereka bakal menjamu ManCity di laga keempat pada Kamis 2 November 2017 dini hari WIB. Pada pertemuan pertama, Napoli kalah 1-2 di markas ManCity.

Di laga tersebut, Napoli memang tidak menurunkan beberapa pemain terbaiknya karena bakal melawan Inter Milan di Serie A. Namun, Sarri membantah bila Napoli tidak serius di Liga Champions dan lebih memprioritaskan Serie A.

"Apakah Liga Champions menjadi gangguan bagi kami? Berlebihan mengatakannya seperti itu. Kami bangga menjadi bagian Liga Champions, mengingat kami sedang berbicara tentang kompetisi terpenting di Eropa," kata Sarri dilansir Sportsmole.

"Ini hal yang wajar bahwa di benak para pemain, mereka lebih fokus pada kompetisi yang kesempatannya lebih baik, tapi kami juga harus bersemangat untuk menantang diri kami menghadapi lawan yang terbaik," sambungnya.

Lebih lanjut, Sarri mengaku bangga Napoli bisa bermain di Liga Champions. Meskipun dia menyadari kecil peluang bagi pasukannya untuk bisa menjadi juara, maka itu dia lebih realistis saja.

"Bisa ambil bagian di Liga Champions memberi kebanggaan, meski sebenarnya kami tahu hanya punya sedikit kesempatan untuk memenanginya. Tapi untuk menyebutnya gangguan itu sesuatu yang kejam," ujarnya.