Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 31 Oktober 2017 | 12:18 WIB
  • Gawat ISIS Ancam Ronaldo, Messi, dan Neymar

  • Oleh
    • Radhitya Andriansyah
Gawat ISIS Ancam Ronaldo, Messi, dan Neymar
Photo :
  • Reuters/Sergio Perez
Cristiano Ronaldo (kiri) dan Lionel Messi (kanan).

VIVA – Gerakan teroris Islamic State of Iraq and Syiria (ISIS), mengirim ancaman kepada tiga bintang sepakbola papan atas dunia. Cristiano Ronaldo, Lionel Messi, dan Neymar, jadi sasaran ancaman kelompok teroris tersebut.

Lewat laporan Livesoccertv.com, ketiga pesepakbola papan atas dunia ini diancam lewat sebuah gambar yang diedit lewat program Photoshop. Dala, beberapa gambar, tampak Ronaldo, Messi, dan Neymar, dijadikan tahanan kelompok ISIS.

Ronaldo tampak berwajah memar usai disiksa anggota ISIS. Tak cuma itu, dalam gambar tersebut Ronaldo dalam posisi berlutut dan siap ditikam algojo ISIS. Pun dengan Neymar. Pemain termahal di dunia ini tampak tengah menangis lantaran akan dipenggal kepalanya.

Lebih parah Messi. Dalam gambar tersebut, megabintang Barcelona asal Argentina ini tampak tewas dengan kepala terpenggal.

Sebelumnya, pelatih Timnas Prancis juga mendapat ancaman yang sama dari kelompok ini. Satu nama lain yang juga mendapat ancama ISIS adalah rekan satu tim Ronaldo, Marco Asensio.

Dalam ketiga gambar tersebut, juga berisi beberapa kalimat ancaman. Ancaman ditujukan kepada tetara Amerika Serikat, Inggris, dan beberapa negara lainnya. Selain itu, ancaman juga ditujukan kepada para Yahudi.

"Anda tidak akan menikmati keamanan hingga kami tinggal dalam negara Muslim. Kata-kata kami adalah apa yang tidak Anda dengar. Jadi, Anda hanya menunggu saja. Kami juga menunggunya," bunyi ancamam ISIS menurut laporan Livesoccertv.

"Celakalah kalian para Tentara Salib dan Yahudi. Setiap kali Anda masuk (negara ISIS), kembali, Anda akan ternganga dan mencari perlindungan atas itu. Allah Maha Memerintah atas Anda. Setidaknya, Dia akan memberikan hukuman, dan ini adalah janji Allah, dan Dia tidak pernah mengingkari janjiNya," lanjut bunyi ancama ISIS.