Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 14 November 2017 | 15:48 WIB
  • Depak Belanda-Italia, Bukti Swedia Jago Tanpa Ibrahimovic

  • Oleh
    • Luzman Rifqi Karami
Depak Belanda-Italia, Bukti Swedia Jago Tanpa Ibrahimovic
Photo :
  • REUTERS/Alessandro Garofalo
Pemain Swedia rayakan keberhasilan lolos ke Piala Dunia 2018

VIVA – Swedia membuktikan diri layak diperhitungkan di Piala Dunia 2018. Tak tanggung-tanggung, The Blue-Yellow sukses menyingkirkan dua tim kuat, Belanda dan Italia.

Swedia sebenarnya tak terlalu diperhitungkan di babak kualifikasi grup. Maklum mereka tergabung di Grup A, dan harus bersaing dengan Prancis dan Belanda.

Namun, seperti dilansir dari berbagai sumber, Swedia justru mampu memutarbalikkan prediksi. Mereka bisa merebut posisi 2 klasemen dan mendapatkan jatah playoff, sekaligus membuat tim sekelas Belanda harus gigit jari.

Swedia dan Belanda sebenarnya sama-sama mengoleksi 19 poin. Namun, Swedia yang unggul agresivitas gol berhak mendapatkan satu tiket ke playoff.

Tanpa Zlatan Ibrahimovic yang sudah memutuskan pensiun, Swedia tetap tampil tajam. Mereka mampu melesakkan 26 gol dan hanya kebobolan 9 kali.

Salah satu kejutan Swedia di babak grup, kala menaklukkan Prancis 2-1 di Friends Arena, 9 Juni 2017 lalu. Mereka memang tak mampu mengalahkan Belanda dalam dua pertemuan. Namun, Swedia yang merebut jatah playoff karena unggul agresivitas gol.

Ketangguhan Swedia kembali diuji di partai playoff. Mereka harus bersua tim kuat, Italia.

Swedia melanjutkan kejutan. Tim besutan Janne Andersson ini menang 1-0 di Friends Arena dan bermain imbang 0-0 di San Siro. Swedia melaju ke Rusia dengan agregat 1-0.

Swedia pun melaju ke Piala Dunia untuk kali pertama sejak 2006. Menariknya, saat diperkuat Ibra, Swedia justru gagal lolos ke Piala Dunia 2010 dan 2014.

Tanpa kehadiran Ibra, Swedia malah mengerikan. Permainan mereka kini mengandalkan kolektivitas tim, dan tak hanya bertumpu pada seorang Ibra.

Peluang Swedia untuk menciptakan kejutan di Rusia tergolong besar. Apalagi, mereka cukup berpengalaman di Piala Dunia, dengan tampil 11 kali. Prestasi terbaik mereka adalah menjadi runner up, saat menjadi tuan rumah pada 1958. (one)