Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 24 November 2017 | 05:26 WIB
  • Beda Nasib Wakil Inggris dan Italia di Liga Champions

  • Oleh
    • Muchamad Syuhada
Beda Nasib Wakil Inggris dan Italia di Liga Champions
Photo :
  • REUTERS/Phil Noble
Penyerang Manchester City, Sergio Aguero (kiri)

VIVA – Matchday 5 babak penyisihan grup Liga Champions sudah terlewati. Dan para peserta, beberapa juga sudah memastikan diri merebut tiket ke babak 16 besar.

Setidaknya ada delapan tim yang melaju. Mulai dari PSG, Bayern Munich, Chelsea, Barcelona, Manchester City, Besiktas, Tottenham Hotspur hingga juara bertahan, Real Madrid.

Jadi masih separuh tempat yang belum berpemilik. Dan sejumlah tim terus berjuang meraihnya hingga laga pamungkas atau matchday 6, dua pekan ke depan.

Wakil Inggris Melenggang, Italia Kritis?

Publik Inggris bisa sedikit semringah menengok pencapaian wakil-wakil mereka di Liga Champions sejauh ini. Punya lima wakil, paling tidak tiga di antaranya telah melenggang.

Sekarang tinggal Manchester United dan Liverpool yang belum lolos. Tapi, untungnya, dua tim tersebut sekarang berada di posisi yang cukup menguntungkan.

Di Grup A, MU menjadi pemuncak. Mereka mengumpulkan 12 poin dari lima laga. Artinya, mereka cuma butuh hasil imbang saja melawan CSKA Moskow di partai pamungkas.

Hal hampir serupa juga dialami Liverpool. Berada di Grup E, dengan sembilan poin, The Reds merupakan pimpinan klasemen dan di laga selanjutnya hanya cukup bermain seri dengan Spartak Moskow jika ingi lolos.

Hal kebalikan malah nampaknya dirasakan oleh utuan Italia. Tiga wakil mereka belum ada yang melaju.

Memang ketiga wakilnya, AS Roma, Juventus, dan Napoli masih memiliki peluang. Tapi langkah mereka tidak akan mudah.

AS Roma di Grup C, mereka duduk sebagai runner up dengan delapan poin. Di bawahnya ada Atletico Madrid yang hanya terpaut dua angka saja.

Jika mau lolos, maka Giallorossi dituntut menang di pertandingan terakhir, melawan Qarabag. Atau mereka berharap kemurahan hati The Blues untuk mengandang langkah Los Colchoneros.

Lalu di Grup D ada Juventus, sang finalis musim kemarin. Bianconeri dalam posisi yang sama seperti Roma, dituntut memang pada pertandingan terakhir jika ingin lolos.

Duduk di posisi dua dengan delapan poin, mereka hanya unggul satu angka saja dari Sporting Lisbon.

Terakhir dan yang agak genting adalah Napoli. Tergabung di Grup F, mereka harap-harap cemas akan nasibnya di Liga Champions musim ini.

Partenopei duduk di posisi empat dengan enam angka. Dengan satu tiket lagi tersisa, mereka pun harus bersaing keras dengan Shakhtar Donetsk yang unggul tiga poin dan duduk tepat di atas mereka.

Agar lolos, ada beberapa syarat yang harus dilewati Napoli. Pertama, kemenangan atas Feyenoord di partai terakhir menjadi wajib hukumnya. Lalu kedua, mereka berharap Manchester City bisa menjungkalkan Shakhtar.

Keunggulan head to head atas Shakhtar menjadi nilai plus buat Napoli. Asalkan, dua syarat awal tadi bisa terpenuhi.

"Kami percaya bisa lolos ke babak 16 besar. Kami harus percaya Manchester City bisa merebut poin penuh dan ini juga bagus untuk mereka. Kami ingin tampil bagus di Feyenoord, dan kami akan lihat," ucap striker Napoli, Dries Mertens.