Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 10 Agustus 2017 | 01:04 WIB
  • Real Madrid Sang Raja Eropa

  • Oleh
    • Suryanta Bakti Susila
Real Madrid Sang Raja Eropa
Photo :
  • REUTERS/Eddie Keogh
Real Madrid juara Piala Super Eropa 2017

VIVA.co.id – Real Madrid memantapkan dominasinya di Eropa. Setelah musim lalu sukses mengangkat trofi Liga Champions dan LaLiga, musim ini diawalinya dengan manis. 

Real Madrid menjuarai Piala Super Eropa 2017 setelah sukses menekuk Manchester United 2-1 di Stadion Philip II, Skopje, Rabu dini hari waktu Indonesia, 9 Agustus 2017.

Melansir Marca, trofi ini yang keempat mereka raih di kompetisi yang mempertemukan juara Liga Champions dan juara Piala Europa itu. Trofi sebelumnya mereka raih pada 2002, 2014, dan 2016.

Dengan empat trofi yang mereka raih itu, Madrid hanya tertinggal Barcelona dan AC Milan. Barcelona dan AC Milan masih menjadi klub tersukses di Piala Super Eropa dengan koleksi masing-masing 5 trofi.

Kesuksesan Real Madrid itu menempatkan sang pelatih, Zinedine Zidane, sebagai pelatih tersukses keempat sepanjang sejarah Real Madrid. Belum genap dua tahun melatih, enam trofi bergengsi diraih.

Sejak mengisi pos yang ditinggalkan Rafael Benitez, mantan bintang Prancis itu membawa Real Madrid menjuarai Liga Campions (2), LaLiga, Piala Dunia Klub, dan Piala Super Eropa (2).

Pelatih yang juga sukses besar saat menjadi pemain itu hanya kalah satu trofi dari pelatih legendaris Madrid, Vicente del Bosque, dua trofi dari Luis Molowni. Pelatih Madrid paling sukses Madrid dipegang Miguel Munoz dengan koleksi 14 trofi.

Fakta ini menunjukkan bahwa dua kali mengalahkan Jose Mourinho dalam laga Piala Super Eropa itu. Selain membenamkan ambisi MU membawa pulang trofi ke Old Traford, Zidane mengungguli Mourinho dalam catatan pelatih sukses Real Madrid.

Sukses Zidane jadi noda Mourinho. Tren negatif Mourinho di Piala Super Eropa berlanjut. The Special One selalu sial di ajang ini karena tak pernah juara dari tiga kesempatan. Pada 2003 bersama Porto, 2013 di Chelsea, dan 2017 dengan MU. 

Formula Jitu Zidane

Foto: Soccerway

Zidane puas setelah memetik kemenangan melawan skuat Mourinho. Dia menyebut permainan Sergio Ramos Cs nyaris sempurna. Casemiro dan Isco menjadi pahlawan kemenangan.

"Ini performa yang nyaris sempurna. Babak pertama sangat fantastis, meski kami sempat kesulitan di babak kedua," kata Zidane dilansir Soccerway.

MU berhasil memperkecil ketertinggalan di babak kedua berkat gol Romelu Lukaku. Namun, kata Zidane, skuatnya memiliki karakter kuat dan selalu punya rasa lapar juara.

"Kami melakukan tekanan tinggi dan tidak membiarkan mereka mengembangkan permainan," kata Zidane.

Selain faktor taktik jitu, Real Madrid mendapatkan keuntungan berupa faktor X. Menurut Gareth Bale, suhu panas yang membantu Madrid mengalahkan MU. Sebab, dalam laga tersebut, suhu mencapai 32 derajat Celcius. 

Bale mengungkap, para penggawa Madrid justru biasa latihan di suhu yang lebih tinggi, 32 derajat Celcius.

"Tentu ini sangat hebat, untuk bisa menambahkan koleksi piala. Itu adalah pertandingan yang sulit. Tapi saya pikir, kami bermain baik dan mengendalikan pertandingan dengan baik. (Suhu panas) itu sangat membantu kami. Kami melakukan latihan di suhu 38 (derajat Celcius) di Madrid," ujar Bale dikutip BBC.

Pengakuan Mourinho

Dalam laga ini, Mourinho memang memilih untuk menjalankan strategi bertahan dan mengandalkan serangan balik. Namun, strategi tersebut justru tak maksimal. Menurut pandangan manajer asal Portugal, Madrid memiliki trio gelandang superior, Toni Kroos, Luka Modric, dan Casemiro.

Ketiga pemain ini adalah kunci kemenangan Madrid. Sebab memang, Kroos, Modric, dan Casemiro, mampu menjaga keseimbangan transisi dari menyerang ke bertahan. Pujian pun dilayangkan Mourinho kepada ketiga pemain ini. Menurutnya, ketiga pemain ini adalah satu-satunya di dunia, dan tak ada yang bisa menyamainya.

"Saya senang dengan banyak hal yang terjadi dalam kinerja kami. Di Premier League, tidak ada Real Madrid. Meskipun kami memiliki pemain top, mereka adalah tim yang berbeda dengan kualitas berbeda," ujar Mourinho dikutip UEFA.com.

"Para pemain tengah Madrid, Modrid, Kroos, dan Casemiro sangat baik. Tidak ada replika Modric, Tidak ada replika Kroos, Tidak ada replika Casemiro," katanya.