Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 11 Oktober 2017 | 05:56 WIB
  • Islandia: Sejarah dan Kejutannya Menuju Piala Dunia 2018

  • Oleh
    • Muhammad Indra Nugraha
Islandia: Sejarah dan Kejutannya Menuju Piala Dunia 2018
Photo :
  • REUTERS
Timnas Islandia

VIVA.co.id - Para pendukung timnas Islandia tumpah ruah ke jalan-jalan di seluruh penjuru negeri usai memastikan lolos ke Piala Dunia 2018. Ya, Islandia sukses membuat kejutan dan mencetak sejarah tersendiri pada Selasa 10 Oktober 2017 dini hari WIB.

Islandia berhasil menumbangkan Kosovo pada laga terakhir kualifikasi Piala Dunia 2018 di Grup I. Mereka menang dengan skor 2-0 melalui gol dari Gylfi Sigurdsson and Johann Gudmundsson.

Kemenangan tersebut sukses membuat Islandia mengunci puncak klasemen Grup I dengan 22 poin. Mereka unggul dua poin dari Kroasia yang berada di posisi kedua dan harus melewati babak playoff lebih dulu.

Torehan apik ini membuat tim berjuluk Strákarnir okkar bisa melanjutkan cerita fantastis mereka di ajang internasional. Sebelumnya, Islandia mampu melaju ke babak perempat final Piala Eropa 2016.

Keberhasilan ini menjadi sejarah sendiri bagi Islandia. Sebab, ini adalah kali pertama bagi Islandia bisa tampil di gelaran Piala Dunia.

Sebuah pencapaian luar biasa untuk negara yang hanya memiliki populasi sebanyak 330 ribu jiwa. Di mana, menjadi Islandia sebagai negara dengan populasi penduduk terkecil yang pernah lolos ke Piala Dunia.

Negara terkecil sebelumnya yang pernah mencapai putaran final adalah Trinidad and Tobago, pada 2006. Negara tersebut memiliki jumlah penduduk sebanyak 1,3 juta.

Pelatih Islandia, Heimir Hallgrimsson, tak bisa menyembunyikan kegembiraannya. Pria yang juga berprofesi sebagai dokter gigi paruh waktu itu tak menyangka bisa membawa pasukannya terbang ke Rusia pada tahun depan.

"Ini hal yang aneh. Saya benar-benar tak tahu harus berkata apa, pikiran saya melayang ke mana-mana," ujar Hallgrimsson, seperti dilansir Goal Internasional.

Usai laga, kapten tim Aron Gunnarsson langsung bercampur dengan penonton di stadion Laugardalsvollur untuk merayakan keberhasilan ini. Kemudian, menyampaikan tepuk tangan tradisional khas Viking.

"Omong kosong? Saya tak tahu jika ini omong kosong. Setelah kami kalah melawan Kroasia (pada playoff Piala Dunia 2014) kami memutuskan membidik kualifikasi berikutnya. Menurut saya kami berada di grup paling keras, tapi kami memutuskan untuk menuntaskan saja," ujarnya dilansir Reuters.