Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 3 November 2017 | 06:00 WIB
  • Persija Vs Persib, Lebih Dari Sekadar Tiga Poin

  • Oleh
    • Suryanta Bakti Susila
Persija Vs Persib, Lebih Dari Sekadar Tiga Poin
Photo :
  • ANTARA FOTO/Maulana Surya
Persija Jakarta saat menghadapi Persib Bandung

VIVA – Duel klasik Persija Jakarta versus Persib Bandung menjadi laga paling ditunggu penggemar sepakbola Indonesia pekan ini. Pertandingan dua klub legendaris ini akan digelar di Stadion Manahan, Solo, Jumat 3 November 2017.

Meski secara posisi klasemen berada di papan tengah, tapi ketika dua tim ini bertemu selalu ada sensasi berbeda. Rivalitas klasik di semua lini membuncah. 

Persija yang kini bertengger di posisi 6 dengan 55 poin mengincar kemenangan di dua laga sisa. Pelatih Persija, Alessandro Stefano Cugurra "Teco" Rodrigues, menargetkan Persija finis dengan poin 61.

Hanya saja, Persija yang kebagian menjadi tuan rumah tidak bisa melakoni laga ini di kandang. Mereka harus melakukan laga di Solo, Stadion Manahan.

Penyebabnya, ada aksi massa besar-besaran bersamaan dengan laga panas ini. Kepolisian melakukan pendekatan persuasif ke Persija dan membuahkan kesepakatan bahwa laga dipindahkan ke kota asal Presiden Jokowi tersebut.

Pemain Persija tak merasa itu sebagai masalah besar. Andritany, kiper Persija, menegaskan bahwa Solo bukan tempat baru bagi Persija. 

"Di tahun lalu di ISC, malah Solo jadi home kita dan saya rasa tidak ada alasan kita tidak bisa menang."

Haus Kemenangan

Sepuluh Pemain Persija Mampu Tahan Imbang Persib

Laga ini sangat penting bagi Persija. Rekor pertemuan kedua tim selalu imbang dalam beberapa laga terakhir. Persija belum pernah mendapatkan kemangan atas Persib sejak terakhir kali mereka peroleh pada 2010.

Enam pertemuan terakhir kedua tim, selalu  berakhir imbang. Pada 2014 hingga 2016, tak ada gol tercipta dalam laga mereka. 

Pertemuan pertama mereka musim ini di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, juga berakhir imbang. Persib Bandung yang sempat memimpin saat laga baru berjalan 15 menit melalui gol Achmad Jufriyanto dibalas 4 menit kemudian oleh Ramdani Lestaluhu. 

"Target kita mau menang besok (hari ini, red)," kata Teco saat sesi jumpa pers jelang laga di Solo, Kamis 2 November 2017.

Menurut pelatih asal Brasil ini, timnya sedang dalam performa puncak dengan meraih kemenangan beruntun di dua pertandingan terakhir Liga 1.

Macan Kemayoran sukses menggilas Semen Padang 2-0 di Stadion Patriot dan mendapatkan kemenangan 2-1 atas Pusamania Borneo FC di Stadion Segiri, Samarinda.

"Saya tahu ini pertandingan penting buat suporter, yang suporter The Jakmania saya tahu benar-benar mau kita menang besok," ujar Teco.

"Yang pemain pasti ada konsentrasi, ada motivasi, semua pikirnya sama soal menang besok bukan seri."

Meski catatan dua laga terakhir Persib tak seapik Persija, Maung Bandung tak akan membiarkan Macan Kemayoran unggul. Persib kalah saat bertamu ke Persela Lamongan dan menang atas Mitra Kukar. 

Konferensi pers jelang laga Persija versus Persib di Balai Persis Solo.

Pelatih Persib, Emral Abus, mengakui tren positif Persija yang menang beruntun di dua laga terakhir menjadi fokus perhatian Maung Bandung. 

"Persib datang ke sini tetap mengusung misi sekurang-kurangnya mencuri poin. Meski kami juga berusaha memenangi laga," kata pelatih Persib, Emral Abus dalam jumpa pers jelang laga, Kamis 2 November 2017. 

"Tentu mengalahkan Persija tidak gampang. Apalagi Persija sekarang berada di posisi 6. Tren positif Persija selalu naik, sementara Persib sedang naik turun," tuturnya.

Emral Abus menambahkan, faktor lain yang terpenting adalah laga berjalan tertib dan aman. Mengingat ini menjadi salah satu laga yang paling ditunggu-tunggu publik.

"Pertandingan besok adalah laga yang ditunggu-tunggu masyarakat. Pertandingan ini sangat penting bagi kedua tim. Ini adalah pertandingan prestisius," kata Emral. 

"Tentu kami harapkan pertandingan besok berjalan dengan lancar, aman, dan tertib. Tidak ada terjadi sesuatu apa pun. Ini yang kami harapkan besok," tuturnya.

Duel klasik

Suporter Persija Jakarta, The Jakmania.

Selain adu strategi dan taktik, Persija kontra Persib sarat nostalgia. Gelandang Persib Bandung, Dedi Kusnandar, merasa tak sabar untuk tampil di Stadion Manahan, Solo. Menghadapi Persija, disebut Dado (sapaannya), merupakan impiannya sejak kecil. Dado merasa pertandingan melawan Persija selalu terlihat istimewa. Itu dirasakannya saat masih menjadi suporter.

"Saya, dari kecil jadi Bobotoh, selalu antusias lihat laga melawan Persija. Dari kecil sudah menonton di stadion seperti apa kebanggaannya. Jadi, ketika bermain saya mengerti bagaimana arti laga ini," kata Dado.

Target kemenangan pun diusungnya. Tiga poin bukan hanya berarti kemenangan bagi Dado, tapi juga gengsi.

Bobotoh Persib Bandung

Pertandingan nanti diprediksi berlangsung menarik. Sebab, Maung Bandung dan Macan Kemayoran mempunyai modal kuat setelah meraih kemenangan di partai sebelumnya.

Maung Bandung berhasil menaklukkan Mitra Kukar di kandang dengan skor akhir 3-1. Sementara itu, Persija memetik tiga poin kontra Pusamania Borneo FC dengan skor 2-1. 

Kiper Persib, Muhammad Natshir bertekad tampil apik pada duel nanti. Selama sepekan terakhir, persiapan sudah dilakukan Maung Bandung semaksimal mungkin. Mengenai laga yang berlangsung di Solo, Deden mengaku tidak mempermasalahkannya. Justru, Persib punya catatan apik ketika berjumpa Macan Kemayoran di Solo. 

Meski Bobotoh, sebutan suporter setia Persib, dilarang mendampingi tim saat duel melawan Persija nanti tak menjadi alasan tim tampil melempem. 

"Tapi kan ada nonton bareng, terus ada doa dan ucapan dari Bobotoh selamat bertanding. Itu jadi motivasi untuk bawa pulang poin penuh," ucap Deden. 

Sebanyak 23 ribu tiket telah dicetak untuk laga Persija melawan Persib di Stadion Manahan Solo, Jumat 3 November 2017. Hanya saja tiket tersebut tidak dijual untuk umum, melainkan khusus untuk pendukung Persija tercinta, The Jakmania.

Ketua Panpel Persija, Arief Perdana Kusuma, mengatakan panpel telah mencetak tiket sebanyak 23 ribu untuk laga krusial tersebut. Selain Jakmania tidak diperbolehkan membeli tiket itu.

Arief mengatakan laga ini hanya khusus diperuntukkan bagi Jakmania. Sedangkan pendukung Persib tidak diperbolehkan datang ke Stadion Manahan Solo untuk menonton laga tersebut. Bahkan, hal tersebut juga menjadi salah satu syarat dari kepolisian yang harus dipenuhi jika menggelar laga di Solo.

"Ini sesuai dengan imbauan dari Kapolda Jawa Tengah yang terbit tanggal 31 Oktober kemarin jika suporter Persib dilarang hadir di Kota Solo. Itu sama dengan yang kita alami saat away ke Bandung dan sama perlakuannya," ujarnya.