Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Sabtu, 11 November 2017 | 02:10 WIB
  • Sejarah Baru Bhayangkara FC dan Kisah 'Aneh' Liga 1

  • Oleh
    • Radhitya Andriansyah
Sejarah Baru Bhayangkara FC dan Kisah 'Aneh' Liga 1
Photo :
  • ANTARA FOTO/Saiful Bahri
Perayaan Kampiun Liga 1 Indonesia, Bhayangkara FC

VIVA – Bhayangkara FC sudah menyegel gelar juara Liga 1. Namun, gelombang kritik masih saja menghantam kompetisi baru bagi sepak bola nasional ini. Kontroversi baru pun muncul, justru di penghujung musim Liga 1.

Bhayangkara FC harus lebih dulu melewati sejumlah kisah kontroversial sebelum mengunci gelar juara Liga 1. Hasil Imbang 1-1 dalam laga kontra Mitra Kukar di pekan ke-32, ternyata berbuntut panjang. Sebab, Bhayangkara FC akhirnya diberikan kemenangan WO (walk out) 3-0, lewat sanksi Komite Disiplin (Komdis) PSSI, lantaran Mitra Kukar memainkan Mohamed Sissoko.

Eks gelandang Juventus dan Liverpool itu jadi penyebab Mitra Kukar terkena sanksi dari Komdis, kalah WO dari Bhayangkara. Karena, Sissoko masih dalam masa sanksi larangan bermain. Karena memainkan pemain yang tengah dalam masa sanksi, Mitra Kukar akhirnya dinyatakan kalah WO 0-3, dan peluang Bhayangkara FC menjadi juara sangat besar.

Setelah putusan Komdis PSSI yang memenangkan Bhayangkara FC 3-0, jelas respons keras muncul dari berbagai pihak. PT. LIB dianggap menguntungkan satu pihak dan merugikan pihak lain, dalam hal ini Bali United.

Bali United meradang soal putusan tersebut, lantaran persaingannya dengan Bhayangkara FC menuju gelar juara Liga 1. Bali United yang sebelumnya memiliki poin 62 dan terpaut empat poin dari Bhayangkara FC, adalah tim yang paling berpeluang juara.

Setelah Bali United mengalahkan 1-0 PSM Makassar dalam laga pekan ke-33 di Stadion Andi  Mattalatta, Makassar, catatan poin Bali United dan PSM hanya tinggal terpaut satu poin saja.

Namun, setelah putusan komdis yang memenangkan Bhayangkara FC atas Mitra Kukar, jarak poin kembali bertambah menjadi tiga poin. Kemenangan Bhayangkara FC atas Madura United jelas tak mungkin lagi dikejar Bali United.

Sebab, meski Bhayangkara FC kalah di laga terakhir dari Persija Jakarta sementara Bali United menang atas Persegres Gresik, Bhayangkara FC tetap saja unggul. Sebab, Evan Dimas cs menang head to head atas Bali United.

Sebelumnya, Bhayangkara FC berhasil mengalahkan 3-1 Bali United saat bertandang ke Stadion Kapten I Wayan Dipta, 9 Juni 2017. Bhayangkara kembali menang 3-2 saat menjamu Bali United di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, 29 September 2017.

"Kita di klub selalu berhitung siapa pemain yang kena kartu, yang kena sanksi dan lain-lain. Kita tahu persis aturan itu. Jadi, tidak mungkin kita melanggar aturan, jika memang salah satu pemain tidak bisa diturunkan akibat sanksi," ujar CEO Bali United, Yabes Tanuri dalam rilis yang diterima VIVA.

Pembelaan Sang Jawara

Tak mau dituding mendapat untung dari keputusan Komisi Disiplin Komdis, Bhayangkara FC akhirnya memberikan pernyataan. Manajemen Bhayangkara FC menegaskan, pihaknya tak pernah mendapat bantuan dari siapapun, termasuk dari Komdis.

Bhayangkara protes. Komdis PSSI lewat surat nomor 112/L1/SK/KD-PSSI/X/2017, yang ditandatangani sang ketua, Asep Edwin Firdaus, memutuskan Mitra Kukar dinyatakan kalah 0-3 dan juga harus membayar denda Rp100 juta.