Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Sabtu, 17 Juni 2017 | 02:29 WIB
  • Masa Paceklik Bomber Andalan Bikin Arema FC Keteteran

  • Oleh
    • Riki Ilham Rafles,
    • Lucky Aditya (Malang)
Masa Paceklik Bomber Andalan Bikin Arema FC Keteteran
Photo :
  • VIVA.co.id/Lucky Aditya (17/6/2017)
Pelatih Arema FC, AJi Santoso (kanan) ditemani Bagas Adi Nugroho.

VIVA.co.id – Arema FC sedang dalam masa sulit, dari 10 laga hanya mencatat empat kali menang, tiga kali imbang, dan tiga kali menelan kekalahan. Selain itu, problem nyata yang terlihat adalah mandulnya lini depan Singo Edan.

Hingga pekan ke-10, pemain Arema hanya mampu mencetak tujuh gol dengan kemasukan delapan gol. Catatan kurang memuaskan untuk sebuah tim yang memiliki ambisi menjadi juara Liga 1 musim ini.

Menurunnya jumlah gol Arema tak terlepas dari performa Cristian Gonzales yang sedang dalam masa paceklik. Hingga pekan ke-10 pemain berjuluk El Loco itu hanya mampu mengemas satu gol.

Prestasi yang diraih Gonzales berbanding terbalik saat tampil di Piala Presiden 2017 lalu. Dia keluar sebagai pencetak gol terbanyak dengan catatan 11 gol.

Bahkan pemain 41 tahun itu tampil sebagai pemain pengganti saat melawan Perseru Serui. Pelatih Arema, Aji Santoso pun menyadiri situasi ini, namun dia tidak bisa berbuat banyak saat stok lini depan Arema terbatas.

"Stok kita memang terbatas karena dilini depan kita juga hanya punya Loco dan Dedik Setiawan. Saya hanya minta pemain harus tetap fokus dan menunjukan penampilan terbaik," kata Aji, Jumat, 16 Juni 2017.

Dia menganalisa ada dua persoalan yang menjadi penyebab lini depan Arema mandul. Pertama kurangnya distribusi bola ke lini depan, kedua pergerakan penyerang kurang tepat.

"Namun sepak bola tidak bisa dilihat dari satu sisi atau dua sisi. Bisa juga kurang suplay dan pergerakan pemain depan kurang tepat. Saya minta anak-anak fokus dan tampil maksimal," jelasnya.

Dua penyerang pernah dimasukan secara bergantian atau bersamaan namun tetap tidak membuahkan hasil. Dia pun mengisyaratkan untuk mendatangkan penyerang baru di jendela transfer yang akan datang.

"Benar kita minim cetak gol, Dedik masuk kemudian kita masukan Loco tapi gagal juga. Stok kita tidak ada memang," tutur eks juru taktik tim nasional Indonesia U-23 itu.