Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Minggu, 18 Juni 2017 | 15:37 WIB
  • Pelatih Bali United Kritisi Wasit Oki Dwi Putra

  • Oleh
    • Radhitya Andriansyah,
    • Lucky Aditya (Malang)
Pelatih Bali United Kritisi Wasit Oki Dwi Putra
Photo :
  • Liga-Indonesia.id
Pertandingan Liga 1 antara Arema FC kontra Bali United

VIVA.co.id – Pelatih Bali United, Widodo Cahyono Putro, merasa kecewa dengan kepemimpinan wasit Oki Dwi Putra, saat memimpin pertandingan antara Arema FC kontra Bali United. Dalam laga yang digelar di Stadion Gajayana, Malang, 17 Juni 2017, Oki dianggap membuat keputusan tak tepat.

Arema FC menang dengan skor 2-0. Dua gol Arema FC dicetak Cristian Gonzales melalui titik putih pada menit ke 40. Dan gol beraroma hand ball pada menit ke 51. Gol kedua memicu protes pemain Bali United.

"Kita sudah menyerang mulai babak pertama, sudah bagus. Terjadilah penalti itu membuat mental pemain down," kata Widodo.

Widodo mengatakan, timnya seharusnya dihukum penalti di babak kedua dan bukan di babak pertama. Di babak kedua, pemain Bali United, I Made Andhika menerjang Dendi Santoso di kotak penalti. Menurut Widodo, kejadian itulah yang seharusnya yang menghasilkan penalti bagi Arema.

Widodo memandang objektif di babak pertama. Seharusnya, tidak ada hadiah penalti yang harus diberikan Oki Dwi kepada Arema. Pelanggaran justru ada di babak kedua, namun Oki Dwi tidak meniup peluit pelanggaran.

"Menurut saya seharusnya pelanggaran yang kedua yang harus penalti, mutlak saya akui itu penalti. Kalau penalti yang pertama seharusnya tahu sendiri lah ya," ujar Widodo C Putro.

Widodo mengkritisi pengadil lapangan yang memimpin laga Arema FC kontra Bali United itu. Bahkan Widodo C Putro menyebut Oki Dwi harus melakukan introspeksi setelah menerima sanksi dari komisi wasit.

"Semestinya wasit Oki belajar dari pengalaman. Dia kan habis diskors, dia kan baru memimpin lagi, seharusnya dia belajar dari itu," kata Widodo.

Widodo merasa ia tidak seharusnya mengkritisi keputusan wasit. Namun, sebagai bagian dari pelaku sepak bola, ia harus berkata jujur jika fakta di lapangan wasit sering salah mengambil keputusan.

"Di babak kedua seharusnya kita kena penalti saat Andika melakukan pelanggaran, terhadap pemain Arema. Saya harus berkata jujur karena saya bagian dari sepakbola Indonesia," ucap Widodo.