Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 20 Juni 2017 | 18:48 WIB
  • Kisah Bepe Pernah Dianggap Tak Pantas Buat Persija

  • Oleh
    • Suryanta Bakti Susila,
    • Radhitya Andriansyah
Kisah Bepe Pernah Dianggap Tak Pantas Buat Persija
Photo :
  • VIVA.co.id/Purna Karyanto
Pemain Persija Jakarta, Bambang Pamungkas.

VIVA.co.id – Sosok Bambang Pamungkas memang sudah tak bisa dipisahkan dengan Persija Jakarta. Bomber veteran ini sudah 11 musim membela panji Macan Kemayoran. Meski pernah beberapa kali meninggalkan Persija, pemain yang akrab disapa Bepe ini pada akhirnya kembali ke klub yang membesarkannya.

Bepe bergabung dengan Persija pada tahun 1999. Di musim perdananya, Bepe tampil sebagai top scorer Liga Indonesia dengan catatan 24 gol dalam 30 laga. Selain itu, Bepe juga jadi salah satu pemain yang ikut mengantar Persija juara Liga Indonesia 2001. 162 gol dalam 302 pertandingan jadi bukti dedikasi dan loyalitas pria kelahiran Semarang, 10 Juni 1980 ini.

Namun siapa sangka, Bepe ternyata tak pernah punya keinginan bergabung dengan Persija. Bepe mengisahkan, ia bahkan pernah dianggap tak pantas untuk bermain bersama Persija. Alasannya, lini depan Persija saat itu dihuni oleh banyak bintang Timnas Indonesia semisal, Widodo Cahyono Putro dan Rochi Putiray.

Oleh sebab itu, Bepe sama sekali tak memikirkan kesempatan untuk bergabung dengan Persija. Bepe mengungkap, ia malah sudah menandatangani kontrak dengan Persijatim Jakarta Timur saat itu.

"Saya datang ke Jakarta itu tahun 1997, tim pertama saya itu seharusnya Persijatim. Saya itu dikontrak Persijatim, karena saya dianggap tidak pantas main di Persija. Karena, Persija itu dulu isinya pemain (tim) nasional semua. Dari inti sampai cadangan itu pemain nasional semua," ujar Bepe kepada wartawan.

"Waktu itu penyerang Persija ada empat pemain nasional semua. Mas Widodo Cahyono Putro, Rochi Putiray, Joko Susilo, sama Miro Baldo Bento. Terus, kalau saya ke Persija saya main dimana? Jadi, saya enggak pernah kepikiran main di Persija," katanya.

Bepe kemudian melanjutkan ceritanya. Titik terang untuk bergabung dengan Persija kemudian datang. Dikisahkan Bepe, ia mendapat kontak dari manajer Persija saat itu, Aang Hamid Suganda, untuk bergabung.

Tawaran ini datang ke Bepe, pasca Persija ditinggal tiga bombernya. Rochi Putiray memilih membela Persijatim, Miro Baldo Bento menuju PSM, sementara Joko Susilo kembali pulang ke Arema FC (dulu Arema Indonesia).

Bepe akhirnya menerima tawaran Persija. Namun, Bepe meminta kesempatan tampil sebagai pemain inti, dalam setengah dari keseluruhan pertandingan Persija di musim itu.

"Tapi, entah kenapa terjadi eksodus besar-besaran. Dari empat penyerang tadi, yang tiga hilang. Miro Baldo Bento pindah ke PSM (Makassar), Joko Susilo balik ke Arema (FC), dan Rochi Putiray ke Persijatim," kata Bepe melanjutkan

"Pak Aang (Hamid Suganda) waktu itu menelepon saya. Dan akhirnya saya pikir, ini kesempatan. Tapi, sebelumnya saya meminta manajemen (Persija) untuk main inti dalam 50 persen pertandingan Persija waktu itu," ujarnya.

Meski di usianya yang sudah menginjak 37 tahun, sosok Bepe masih terus dielu-elukan oleh suporter fanatik Persija, The Jakmania. Usia senja tak menyurutkan loyalitas dan dedikasi Bepe buat klub yang membesarkannya tersebut. (mus)