Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Minggu, 16 Juli 2017 | 01:23 WIB
  • Djanur Soal Penalti Persib dan Protes Mitra Kukar

  • Oleh
    • Muhammad Indra Nugraha,
    • Dede Idrus (Bandung)
Djanur Soal Penalti Persib dan Protes Mitra Kukar
Photo :
Djadjang Nurjaman (tengah)

VIVA.co.id - Persib Bandung dipaksa menyerah 1-2 oleh Mitra Kukar dalam laga lanjutan Liga 1, Sabtu 15 Juli 2017. Djadjang Nurdjaman sangat menyayangkan kegagalan Maung Bandung dalam laga di pekan 15 ini.

Dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Aji Embut, Persib unggul lebih dulu lewat gol Billy Keraf. Namun, Mitra Kukar mampu membalasnya jelang turun minum melalui gol penalti Maclei Cesar.

Mitra Kukar berbalik unggul 2-1 di menit 82. In-Kyun Oh sukses menjebol gawang I Made. Persib mendapat peluang untuk menyamakan kedudukan di menit 87 usai wasit Prasetyo Hadi memberikan hadiah penalti.

Namun, para pemain Mitra Kukar melancarkan protes karena menilai Matsunaga Shohei melakukan diving. Laga pun sempat terhenti, namun wasit tetap memberikan penalti bagi Persib.

Akan tetapi, tendangan Raphael Maitimo mampu dihentikan kiper Aji Ribowo. Persib pun harus mengakui keunggulan Mitra Kukar, Djanur pun menyayangkan timnya gagal membawa pulang poin di laga ini.

"Kami akhirnya kalah lagi sebetulnya bisa menyelamatkan kalau saja penalti masuk bisa dapat satu poin. Memang menang di laga seperti ini sulit sekali di luar kandang tapi di kandang juga seperti itu," kata Djanur usai laga.

Tapi anak-anak sudah berjuang dengan kondisi yang ada dengan kelelahan. Ritme dan determinasi pemain kami tidak pada level sebenarnya karena kelelahan, selamat kepada Mitra Kukar karena berhasil meraih 3 poin," sambungnya.

Perihal protes tim asuhan Jafri Sastra, Djanur tak tahu menahu akan sikap tim tuan rumah. Namun, dia mengakui protes itu mengganggu konsentrasi dan mental para pemain Persib.

"Saya menghindar dari kerumunan itu karena saya tidak tahu apa yang di proteskan. Mungkin ada sebuah ketidakpuasan dari tim terutama dari coach Jafri dengan apa yang diberikan wasit. Berlarut-larutnya kejadian itu membuyarkan konsentrasi pemain kami dan itu berhasil mempengaruhi mental kami," ujar Djanur.

Djanur sendiri akhirnya memutuskan mundur sebagai pelatih Persib usai pertandingan. Ini menyusul tren negatif Persib, yang hingga pekan ke-15 hanya mampu menduduki posisi ke-12 dengan raihan 20 poin.