Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 18 Juli 2017 | 12:46 WIB
  • Pemain Persib Sedih Djanur Mundur

  • Oleh
    • Suryanta Bakti Susila,
    • Dede Idrus (Bandung)
Pemain Persib Sedih Djanur Mundur
Photo :
  • Istimewa
Para pemain Persib Bandung

VIVA.co.id – Pemain senior Persib, Supardi Nasir mengaku sedih dengan pengunduran diri Djadjang Nurdjaman sebagai pelatih kepala. Pelatih berusia 59 tahun ini resmi mundur usai mengalami kekalahan kontra Mitra Kukar dipekan ke 15 Liga 1. 

Menurut pemain bernomor punggung 22 ini, sosok Djadjang sudah seperti orangtua dalam tim. Sehingga dia merasa berat saat Djanur pamit mundur kepada para pemain. 

Terlebih, kebersamaan Supardi dengan Djanur terbilang cukup lama. Prestasi terbaiknya berhasil membawa Persib juara Indonesia Super League 2014 dan Piala Presiden 2015. 

"Usai pertandingan juga kemarin sudah ngumpulin senior senior, tolong  pahami keadaan saya kata Pak Djadjang. Kalau sebelumnya aku masih komentar, kalau kemarin aku tidak bisa komentar karena melihat wajahnya Pak Djadjang sudah terlihat berat," ucap Supardi, Selasa 18 Juli 2017. 

"Aku tidak bisa komentar apa-apa Aku hanya bisa diam dan pemain tidak ada yang ngomong. dalam keadaan habis main mau mandi dalam ruang ganti belum selesai mandi karena pengen dulu ngobrol, sempat kaget aduh kenapa nggak sampai putaran pertama, tapi aku harus mengerti juga perasaan Pak Djadjang, kalau dia paksain juga kurang baik," sambung dia.

Keputusan Djanur untuk mundur bukan kali pertama, sebelumnya dia pernah mundur setelah kalah dari Bhayangkara FC. Namun, pihak manajemen tidak mengabulkan permintaan Djanur itu. 

Keputusan mundur Djanur karena gagal membawa Persib bertengger di papan atas. Saat ini, Maung Bandung menghuni peringkat ke 12 klasemen sementara Liga 1 dengan 20 poin dari 15 pertandingan. 

"Kepada semua pemain dia minta maaf. Kita juga minta maaf, mau Pak Djadjang karena kita nggak bisa nyalahin Pak Djadjang, kita pemain juga salah," katanya. 

Namun, Supardi berharap dengan keputusannya itu, karir pelatih asal Majalengka ini bisa lebih baik lagi bersama tim lain. 

"Mudah-mudahan bagus untuk dia bagus untuk kita yang penting yaitu bagus untuk Pak Djadjang, Insya Allah masih bisa berkarier ada tim lain dia punya hak juga, dan mudah-mudahan juga untuk kita bagus dan ke depan Persib siapa pun yang menangani tim ini," katanya. (mus)