Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 12 Oktober 2017 | 13:04 WIB
  • PSSI Angkat Bicara Soal Lisensi Klub Liga 1

  • Oleh
    • Suryanta Bakti Susila,
    • Radhitya Andriansyah
PSSI Angkat Bicara Soal Lisensi Klub Liga 1
Photo :
  • VIVA.co.id/Pratama Yudha
Joko Driyono

VIVA.co.id – Kompetisi Liga 1 akan segera berakhir. Tiga klub teratas Liga 1 nantinya berkesempatan untuk bisa mewakili Indonesia di ajang Liga Champions Asia, dan AFC Cup. Namun, sejauh ini klub-klub di Indonesia memiliki masalah lisensi, yang justru jadi syarat mutlak keikutsertaan.

Indonesia memiliki kuota tiga klub untuk bisa bermain di kompetisi Asia. Juara Liga 1 berhak mengikuti kualifikasi Liga Champions Asia, dan andai gagal bisa langsung masuk ke AFC Cup. Sementara runner-up akan lolos langsung ke AFC Cup, dan peringkat ketiga akan masuk dalam playoff AFC Cup.

Liga 1 akan berakhir pada 12 November 2017 mendatang. Sementara pendaftaran keikutsertaan di AFC Cup akan ditutup pada 15 Oktober 2017. Jadwal tersebut cukup sempit. Mengingat, masalah lisensi klub hingga saat ini masih belum diselesaikan.

Terkait hal ini, Wakil Ketua Umum PSSI, Joko Driyono, menjelaskan beberapa hal. Menurut Joko, lisensi klub terkait keikutsertaan di kompetisi Asia harus diperbarui setiap tahunnya.

Selain itu, Joko juga menjelaskan soal fenomena perpindahan kepemilikan klub di Indonesia, dan rumor jual beli lisensi. Menurutnya, perpindahan kepemilikan klub tak berpengaruh apapun terhadap lisensi. Sebab, masalah lisensi dan club ownership adalah masalah yang berbeda.

"Lisensi untuk berkompetisi bisa diibaratkan dengan kepemilikan mobil. Beda dengan STNK dan BPKB. SIM (lisensi) untuk kompetisi itu annual (tahunan), dan harus diperbarui," kata Joko dalam diskusi bersama wartawan, Rabu, 11 Oktober 2017.

"Misalnya, ada sebuah klub berganti kepemilikan dan sudah memiliki lisensi. Lisensi itu tidaklah diperjual belikan. Sebab, ini masalah club ownership. Jadi bukan masalah jual beli lisensi. Walau mobilnya berganti kepemilikan 70 kali sehari, tidak akan berpengaruh soal lisensi," ujarnya.