Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 12 Oktober 2017 | 18:54 WIB
  • Kronologi Tawuran Antar Suporter di Bogor Versi PSMS

  • Oleh
    • Satria Permana,
    • Radhitya Andriansyah
Kronologi Tawuran Antar Suporter di Bogor Versi PSMS
Photo :
  • ANTARA Foto/Septianda Perdana
Pelatih PSMS Medan, Djadjang Nurdjaman

VIVA.co.id – Duka kembali menyelimuti sepakbola nasional. Salah seorang suporter menjadi korban akibat tawuran yang terjadi usai laga babak 16 besar Liga 2 antara PSMS Medan versus Persita Tangerang, Rabu 11 Oktober 2017.

Insiden tawuran bermula saat suporter Persita turun ke lapangan untuk melancarkan protes karena tak puas tim kesayangan mereka kalah. Hingga terjadi aksi saling lempar batu dan botol.

Pendukung PSMS yang mengenakan seragam militer akhirnya turun ke lapangan, mengejar suporter Persita. Tawuran pun pecah. Akibatnya, belasan penonton yang tak bersalah mengalami luka-luka. Sebanyak 18 orang suporter harus dilarikan ke RSUD Cibinong.

Salah satunya yang bernama Banu Rusman, harus meregang nyawa. Banu diketahui mengalami pendarahan di otak.

Ketua Bidang Pertandingan PSMS Medan, Julius Radja, mengungkapkan kronologi terjadinya tawuran versi mereka. Menurut Radja, memang suporter Persita yang memancing bentrokan terlebih dulu.

"Saya jelaskan sejujur-jujurnya, karena berada di stadion. Pertandingan berjalan kondusif selama 2x45 menit. Tapi setelah itu para suporter Persita melempari suporter PSMS dengan flare dan petasan. Mereka juga turun ke lapangan dalam keadaan mabuk. Saya cium mulut mereka bau alkohol dan mabuk lem," kata Julius saat dihubungi VIVA.co.id, Kamis 12 Oktober 2017.

Julius angkat bicara terkait kehadiran suporter PSMS yang berseragam militer. Dia menolak PSMS memobilisasi aparat militer ke stadion, untuk mendukung armada Ayam Kinantan. Tak hanya itu, pihak PSMS, disebut Julius, belum mengetahui ada korban jiwa pasca bentrokan tersebut.

"Kami tak memobilisasinya. Mereka datang sendiri ke stadion, dan berbaur dengan suporter PSMS lain. (Kondisi di luar stadion pasca pertandingan) kami tidak tahu, karena langsung pergi," terang Julius.