Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 13 Oktober 2017 | 13:42 WIB
  • Viola Tangsel Bantah Anggotanya Mabuk-mabukan di Stadion

  • Oleh
    • Suryanta Bakti Susila
Viola Tangsel Bantah Anggotanya Mabuk-mabukan di Stadion
Photo :
  • VIVA.co.id/Muhamad Solihin
Jersey Resmi Persita FC

VIVA.co.id – Teka-teki perihal penyebab kematian dan pelaku penganiayaan Banu Rusman, suporter Persita Tangerang yang tewas di Stadion Persikabo, masih terus diusut. Sejumlah pihak memberikan kesaksiannya, dengan berbagai versi.

Banu adalah suporter Persita, yang ikut menyaksikan tim kesayangannya, saat berlaga kontra PSMS Medan di Stadion Persikabo, Cibinong, Kabupaten Bogor, Rabu lalu, 11 Oktober 2017.

Banu tergabung dalam kelompok Laskar Benteng Viola (LBV) Tangerang Selatan. Menurut keterangan Bendahara Viola Tangsel, Sukarya (Arya) kelompoknya justru berada jauh dari titik rusuh. Namun, kelompoknya yang tak melakukan aksi anarkis justru ikut diserang oknum tentara.

Tak cuma itu, Arya juga menyebut jika anggotanya tak ada yang berada di bawah pengaruh alkohol, ataupun zat adiktif lainnya. Arya juga menegaskan, ada lemparan dari luar stadion. Arya mengatakan, pelemparan itu juga dilakukan oleh oknum tentara. Akibat lemparan tersebut, ada ibu-ibu dan wanita yang terluka.

Arya juga mengungkap, korban luka terbanyak adalah dari pihak Viola Tangsel. Ia menyebut ada 30 orang yang luka-luka, terdiri dari 24 yang dirawat di rumah sakit, dan enam orang tak dirawat.

"Almarhum ini adalah anggota kami. Waktu pertandingan, tribun kami jauh dari titik kerusuhan. Tetapi, kerusuhan akhirnya melebar, dan kami berusaha untuk berlari ke pintu keluar. Ada banyak lemparan batu juga dari luar stadion. Bahkan, ada ibu-ibu yang merupakan anggota kami juga ikut kena," kata Arya, saat dihubungi VIVA.co.id, Jumat 13 Oktober 2017.

"(Tuduhan mabuk) kalau memang kami mabuk, kami takkan bisa berpikir menyelamatkan diri ke pintu keluar. Waktu kami membuka pintu keluar, ternyata sudah tentara semua. Mereka langsung menendang dan memukuli kami.”

Dari mana menduga itu tentara? “Mereka pakai baju olahraga mereka, dan semuanya begitu. Almarhum saya tidak lihat jelas (saat dipukuli). Saya juga baru tahu, saat ada teman suporter lain menolong dia," ujar Arya.

Dengan singkat dan tegas, Arya meminta aparat Kepolisian dan TNI mengusut tuntas kejadian ini. Arya dan suporter Persita lain ingin kejelasan perihal siapa pelaku penganiayaan Banu.

"Dulu kita pernah juga ada korban meninggal. Waktu itu, bisa diusut sampai tuntas. Sekarang juga kami mau begitu," ucap Arya.

Lihat statistik, preview, dan prediksi Liga 1 pekan ke-29 akhir pekan ini hanya di JELANG LAGA VIVA.co.id.