Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Minggu, 29 Oktober 2017 | 18:59 WIB
  • Drama 8 Menit 3 Gol Bikin Arema Keki di Kandang Persipura

  • Oleh
    • Suryanta Bakti Susila,
    • Lucky Aditya (Malang)
Drama 8 Menit 3 Gol Bikin Arema Keki di Kandang Persipura
Photo :
  • ANTARA/Ari Bowo Sucipto
Ilustrasi pertandingan Persipura vs Arema

VIVA – Arema FC menelan kekalahan dari tuan rumah Persipura Jayapura, dengan skor 3-1 di Stadion Mandala pada Minggu, 29 Oktober 2017. Sempat unggul 1-0 hingga menit ke-83. Singo Edan justru kemasukan tiga gol dalam 8 menit terakhir.

Arema FC unggul terlebih dahulu melalui eksekusi penalti Ahmet Atayev pada menit 40. Tiga gol balasan Persipura masing-masing melalui gol bunuh diri Bagas Adi di menit 83. Pada menit 88, penyerang Persipura Marinus Wanewar mencetak gol. Kemudian gol penutup Osvaldo Haay di menit 92.

"Selamat buat Persipura yang memenangkan pertandingan tadi. Pertandingan berjalan cukup bagus dan saya rasa juga, oke, kami kalah," kata pelatih Arema FC, Joko Susilo.

Dalam pertandingan itu, Persipura memang terus menggempur lini pertahanan Arema FC secara sporadis sejak peluit babak kedua dimulai. Joko Susilo menyebut tiga gol yang bersarang karena kondisi pemain Arema kelelahan.

"Saya hormat dengan pemain karena bermain sesuai instruksi saya mereka sudah bermain maksimal. Tapi memang kami kemasukan gol di menit akhir itu karena kondisi pemain kelelahan," ujar Joko Susilo.

Hasil ini membuat Arema FC tertahan di peringkat 9 dengan 46 poin. Sedangkan Persipura menjaga asa untuk merebut gelar juara Liga 1 dengan bertengger di peringkat 3 dengan 59 poin. 

Kekalahan pahit, karena Singo Edan sempat memimpin. Menurut Joko Susilo, kehilangan palang pintu utama Arthur Chuna di lini belakang cukup berdampak. Faktor itulah yang menjadi penyebab Arema FC menyerah dari Persipura.

"Kami kesulitan mengembangkan permainan karena komposisi pemain yang ada membuat kami kesulitan. Dan paling fatal adalah dengan keluarnya Arthur Chuna karena cedera," kata Joko.

Setelah Arthur Chuna ditarik keluar, Arema FC melakukan pergantian tidak wajar. Karena stok pemain belakang tidak ada. Feri Aman Saragih yang berposisi gelandang bertahan ditempatkan sebagai bek kiri.

"Setelah Arthur Chuna kami harus memperkuat pertahanan. Tidak ada pilihan, tujuh pemain absen. Bahkan Feri Aman Saragih bukan pemain bek kiri saya tempatkan di bek kiri," ujar Joko Susilo.

"Setelah Arthur Chuna keluar kami tidak punya stok pemain belakang. Dan Bagas Adi pun baru bermain setelah cedera," Joko menambahkan.

Joko membantah jika Arema FC memilih bermain parkir bus setelah unggul 1-0 atas Persipura. Menurut Joko, Arema mencoba membangun serangan dari belakang bukan mengandalkan serangan balik.

"Kami tidak bertahan. Buktinya, saat kami dalam kondisi unggul saya memasukkan penyerang Cristian Gonzales. Kami ingin melakukan building dari belakang bukan counter attack," kata Joko. (ase)