Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 30 Oktober 2017 | 06:16 WIB
  • Bali United Waspadai Semangat Berlipat Sriwijaya FC

  • Oleh
    • Muhammad Nurhendra Saputra,
    • Bobby Andalan (Bali)
Bali United Waspadai Semangat Berlipat Sriwijaya FC
Photo :
  • VIVA.co.id/Bobby Andalan
Pelatih Bali United, Widodo Cahyono Putro

VIVA – Bali United akan menghadapi Sriwijaya FC pada lanjutan Liga 1 di Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar, Senin 30 Oktober 2017. Kedua tidak ingin melewatkan pertandingan dengan kekalahan.

Bali United ingin terus mempertahankan tren positif untuk menjaga asa juara. Sedangkan Sriwijaya FC baru saja mendapat lecutan baru yakni janji guyuran bonus dari manajemen jika berhasil finis di sepuluh besar klasemen.

Pelatih Bali United, Widodo Cahyono Putro mengaku sudah mempersiapkan timnya dengan baik untuk menghadapi Laskar Wong Kito.

"Kami sudah mengadakan latihan dan mempersiapkan tim untuk menghadapi Sriwijaya FC," kata Widodo di Kuta, Minggu 29 Oktober 2017.

Ia meminta kepada anak asuhnya agar fokus menghadapi Sriwijaya FC. Widodo tak ingin skuatnya meremehkan klub kebanggaan warga Palembang tersebut.

"Kita harus fokus pada pertandingan besok, tapi tidak menganggap remeh," tegas Widodo.

Widodo mewaspadai semangat berlebih yang dimiliki oleh Sriwijaya FC. Saat ini, kata Widodo, mereka tengah memiliki 'amunisi' baru untuk memperbaiki peringkat mereka di klasemen Liga 1. 

Seperti diketahui, manajemen Laskar Wong Kito berjanji akan mengguyur bonus jika klub asuhan Hartono Ruslan finish di sepuluh besar Liga 1. Hal itu difahami oleh Widodo. 

Menurut Widodo, Sriwijaya FC akan memiliki semangat juang berlebih untuk mewujudkan hal itu.

"Sriwijaya tetap mengejar peringkat. Besok kita harus kerja keras mempertahankan jangan sampai kita kehilangan poin di kandang," tutur Widodo.

Salah satu pemain yang mesti diwaspadai anak asuhnya menurut Widodo adalah Beto Goncalves. Sebagai mantan pelatih Sriwijaya, Widodo tahu betul karakter bermain Beto. Bahkan di mata Widodo, Beto merupakan pemain yang komplit. 

"Beto pemain yang komplit. Tanpa ditunjang pemain lain dia bisa cetak gol, apalagi ditunjang pemain lain. Tapi tak hanya Beto, yang lain juga mesti diwaspadai. Setiap pemain lawan yang masuk sepertiga wilayah kita itu harus diwaspadai," kata Widodo.

Di sisi lain, Widodo meminta anak asuhnya disiplin dengan taktikal yang telah diinstruksikannya.

"Pemain harus disiplin taktikal. Kalau sudah ada instruksi dari pelatih harus dijalankan. Meski ada peluang mencetak gol, tapi harus berfikir cepat transisi bertahan," ujarnya.

Widodo menilai Irfan Bachdim dan kawan-kawan, terlalu bernafsu untuk mencetak gol. Dalam beberapa kesempatan, mereka terlambat dalam transisi bertahan. Padahal, imbuh Widodo, transisi dari menyerang-bertahan begitu juga sebaliknya harus memiliki porsi berimbang. Bertahan, di mata Widodo bukan hanya sekadar bertahan dari gempuran lawan, namun juga bisa membuat buyar konsentrasi lawan jika sudah menemui jalan buntu.

"Bertahan itu bisa membuyarkan konsentrasi pemain lawan agar mereka tak bisa passing ke depan. Itu bertahan tujuannya," jelas Widodo.