Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Senin, 6 November 2017 | 12:48 WIB
  • Menguji Nyali Komdis PSSI Putuskan Nasib Persib

  • Oleh
    • Satria Permana,
    • Riki Ilham Rafles
Menguji Nyali Komdis PSSI Putuskan Nasib Persib
Photo :
  • ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha
Drama 1-0 Persija vs Persib

VIVA – Sikap Komisi Disiplin dalam kasus walkout Persib Bandung di laga kontra Persija, Jumat 3 November, menjadi hal yang paling dinantikan publik. Pastinya, seluruh pecinta sepakbola Indonesia ingin tahu sejauh mana keberanian Komdis mengambil keputusan terkait kasus ini.

Akibat aksi yang tak sportif di laga kontra Persija, Persib terancam degradasi. Itu sudah sesuai dengan Pasal 13 dalam regulasi Liga 1.

Tapi, ada juga aspek yang membuat Persib terhindar dari ancaman degradasi. Yaitu adalah diskresi wasit.

Memang, ada hak wasit untuk menghentikan laga lebih cepat. Itu didasari atas beberapa catatan. Salah satunya adalah intervensi dari pihak luar. Untuk kasus Persib, manajer Umuh Muchtar memang sempat terlihat menginstruksikan pemainnya menepi.

Atas berbagai situasi ini, Komdis PSSI belum bisa memutuskan apa hukuman yang mereka ambil. Anggota Komdis PSSI, Dwi Irianto, menyatakan masih menunggu laporan dari wasit Shaun Robert Evans terkait pertandingan Persija versus Persib.

Laporan inilah yang bisa menjadi dasar Komdis untuk mengambil keputusan. "Komdis sekarang berbeda dengan sebelumnya. Dahulu Komdis bisa sebagai polisi, jaksa, atau hakim, dari baca berita bisa melakukan sidang. Kalau sekarang kami harus sesuai laporan yang ada," ujar Dwi, kepada VIVA, Senin 6 November 2017.

Apalagi, dilanjutkan Dwi, ancaman hukuman Persib adalah degradasi. Menjatuhkan ancaman hukuman degradasi, dijelaskan pria yang akrab disapa Mbah Putih itu, perlu proses panjang dan alasan kuat. Harus ada proses investigasi pula dengan memanggil mereka yang terlibat.

"Komdis dalam sepakbola tidak sama dengan hukum positif. Kalau dalam sepakbola, menghukum itu banyak koordinasinya. Namun, secara psikologis kami harus cepat dan tepat," ujar Dwi.

Hingga saat ini, Komdis PSSI belum mendapat laporan dan panggilan untuk menggelar sidang. Menurut Dwi, kemungkinan besar pihaknya akan melakukannya pada Rabu 8 November 2017 mendatang.