Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 8 November 2017 | 13:51 WIB
  • Bhayangkara Dihadiahi Kemenangan, Bali United Meradang

  • Oleh
    • Suryanta Bakti Susila,
    • Bobby Andalan (Bali)
Bhayangkara Dihadiahi Kemenangan, Bali United Meradang
Photo :
  • https://www.instagram.com/baliunitedfc/
Pemain Bali United rayakan gol

VIVA – Chief Executive Officer (CEO) Bali United, Yabes Tanuri menyoroti keputusan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI mengenai sanksi bagi Mitra Kukar yang dianggap menurunkan pemain yang dilarang bermain, Mohammed Sissoko. Hal itu terjadi ketika Mitra Kukar menghadapi Bhayangkara FC. Sejatinya, pada pertandingan itu kedua tim berbagi angka 1-1. Namun, karena dianggap menurunkan pemain yang tengah mendapat sanksi, Mitra Kukar diputuskan kalah 3-0.

Dengan begitu, Bhayangkara mendapatkan tambahan dua poin dan melesat ke posisi teratas klasemen Liga 1. Meski poin mereka sama dengan Bali United, namun secara head to head Bali United kalah dari Bhayangkara FC.

Sontak saja keputusan itu direspon oleh Yabes Tanuri. Menurutnya, keputusan tersebut tidak masuk akal. "Ini sangat tidak masuk akal. Kenapa saat Sissoko bermain saat lawan Bhayangkara FC tidak ada pihak yang melarang," kata Yabes, Rabu 8 November 2017.

Yabes punya informasi akurat bahwa Mohammed Sissoko tidak termasuk dalam daftar pemain yang tidak bisa diturunkan oleh Mitra Kukar saat menghadapi Bhayangkara FC.

"Dari informasi yang kami terima, yang dilarang bermain saat itu Herwin TS karena akumulasi kartu kuning dan Indra Khahfi yang mendapat sanksi larangan bermain sebanyak dua kali. Tidak ada nama Sissoko yang dilarang bermain saat Mitra Kukar lawan Bhayangkara FC," ucap Yabes.

Dikatakan Yabes, setiap klub pasti tahu siapa saja pemain mereka yang mendapat sanksi bermain. Itu sebabnya saat menghadapi Bhayangkara FC, Mitra Kukar menurunkan Sissoko karena memang dia tidak masuk dalam daftar pemain yng dilarang bertanding.

"Kita di klub selalu berhitung siapa pemain yang kena kartu, yang kena sanksi dan lain-lain. Kita tahu persis aturan itu. Jadi, tidak mungkin kita melanggar aturan, jika memang salah satu pemain tidak bisa diturunkan akibat sanksi," ujarnya.

Yabes tak bermaksud membela Mitra Kukar.. Namun, ia meyakini Mitra Kukar mengetahui jika Sissoko memang sedang tidak mendapatkan sanksi bermain? "Jadi, bukan memberi pembelaan kepada Mitra Kukar tapi hal sangat sangat tidak wajar kalau sampai hal itu tidak diketahui," tegas Yabes.

Jika pun ada kelalaian dalam kasus Mitra Kukar versus Bhayangkara FC, yang salah menurut Yabes adalah PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) selaku operator Liga 1 2017. Yabes mempertanyakan mengapa hal itu justru harus ditanggung oleh klub, dalam hal ini Mitra Kukar yang mendapat kerugian akibat hal itu.

"Kalau memang Sissoko seharusnya tidak bermain saat lawan Bhayangkara FC, itu jelas kesalahan dari PT LIB. Apalagi, klub memakai sistem online yang disediakan juga oleh PT LIB untuk pemilihan pemain yang berhak atau tidak," kata Yabes.