Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 8 November 2017 | 15:54 WIB
  • Kejanggalan-kejanggalan dalam Hukuman WO Mitra Kukar

  • Oleh
    • Riki Ilham Rafles
Kejanggalan-kejanggalan dalam Hukuman WO Mitra Kukar
Photo :
Para pemain Mitra Kukar merayakan gol Mohamed Sissoko (kanan)

VIVA – Mitra Kukar dinyatakan kalah walk out alias WO 0-3 saat berhadapan melawan Bhayangkara FC dalam laga pekan ke-33 Liga 1 di Stadion Aji Imbut, Tenggarong, Jumat 3 November 2017. Penyebabnya Naga Mekes dianggap telah memainkan pemain ilegal.

Marquee player Mitra Kukar, Mohamed Sissoko, diturunkan pada laga tersebut. Pihak Bhayangkara FC melontarkan protes, karena menganggap eks pemain Juventus itu tidak bisa ikut bermain menyusul adanya hukuman dari Komisi Disiplin PSSI.

(Baca juga: Kata Bhayangkara FC soal Hukuman WO Mitra Kukar)

Sissoko diganjar kartu merah ketika Mitra Kukar berhadapan dengan Borneo FC dalam laga pekan ke-31. Tak lama berselang, Komdis memutuskan untuk menghukumnya dengan larangan tampil di dua pertandingan.

Pemain asal Prancis itu dihukum dengan alasan telah menginjak kaki lawan. Di dalam surat keputusan Komdisi PSSI nomor 112/L1/SK/KD-PSSI/X/2017, tertera juga Sissoko dijatuhi denda Rp10 juta.

Terkait dengan keputusan Komdis PSSI itu, Mitra Kukar punya pembelaan. Mereka mengaku memainkan Sissoko karena dalam match coordination meeting (MCM) jelang laga melawan Bhayangkara FC tak disebut ada hukuman.

“Kami berpikirnya, larangan bertanding Sissoko karena kartu merah hanya waktu melawan Persib. Tidak tahunya ada hukuman tambahan dari Komdis,” ujar Direktur Operasional Mitra Kukar, Suwanto, kepada VIVA.

Suwanto memastikan pihaknya akan melakukan banding terhadap putusan Komdis PSSI tersebut. Pihaknya bukan takut kepada hukuman WO dan tambahan denda Rp100 juta, tetapi malu karena bisa dianggap tak profesional.

“Malu kami, masa pemain yang tidak boleh main kita mainkan. Ini ada miss di PT LIB dan Komdis, karena di MCM tidak ada larangan untuk Sissoko. Kami siap diperiksa ahli IT,” imbuhnya.

Pernyataan Suwanto itu menjadi kuat dengan beredarnya Nota Larangan Bertanding (NLB) dari PT Liga Indonesia Baru selaku operator Liga 1. Di sana, nama pemain Mitra Kukar yang dilarang tampil cuma Herwin Tri Saputra.

Beredarnya NLB dari PT LIB dibalas oleh PSSI. Disebarkan pula bukti pengiriman surat elektronik salinan hukuman Komdis PSSI kepada Mitra Kukar pada 31 Oktober 2017 pukul 17.45 WIB.

(Baca juga: Dituding Turunkan Pemain Ilegal, Mitra Kukar Tantang PT LIB)

Laga Mitra Kukar melawan Bhayangkara FC sejatinya berakhir imbang 1-1. Namun, dengan adanya keputusan ini, The Guardians bisa tersenyum lebar. Mereka jadi merangsek ke puncak klasemen Liga 1 menggeser Bali United.

Menyisakan dua pertandingan lagi melawan Madura United dan Persija Jakarta, Bhayangkara FC cuma butuh satu kemenangan untuk menjadi juara. Bali United tidak bisa lagi mengejar mereka karena kalah perhitungan head to head. (one)