Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Kamis, 9 November 2017 | 11:07 WIB
  • Suporter Bali United Protes Keputusan Komdis PSSI

  • Oleh
    • Donny Adhiyasa
Suporter Bali United Protes Keputusan Komdis PSSI
Photo :
  • twitter.com/BaliUtd
Suasana meriah suporter Bali United

VIVA – Reaksi geram atas keputusan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI soal kekalahan WO Mitra Kukar dari Bhayangkara FC kian bergulir deras. Suporter dari Bali United sebagai salah satu tim yang dirugikan belum dapat menerima hal tersebut.

Komunitas suporter Bali United, kini mulai angkat suara soal polemik tersebut. Brigaz Bali, melalui penasihatnya I Nyoman Suharta, begitu menyayangkan keputusan tersebut dan mempertanyakan pertimbangan apa yang jadi acuan Komdis PSSI.

Baca juga: Comvalius Sebut Liga Indonesia seperti Sirkus

I Nyoman Suharta pun menyebut bila memang pemain Mitra Kukar, Mohammed Sissoko, masih dalam masa larangan bermain saat itu, maka pihak terkait harus melakukan pengecekan secara jelas.

"Kalau memang profesional, mengapa tidak melakukan pengecekan sebelum pertandingan? Mengapa tidak sebelum pertandingan ada protes terkait dimainkannya Sissoko? Bila dinyatakan bersalah, mengapa bukan Mitra Kukar saja yang dapat hukuman pengurangan poin?" ungkap Nyoman Suharta yang dilansir situs resmi klub.

"Lihat bagaimana perjuangan para pemain di lapangan, banyak tenaga dan materi yang dihabiskan untuk itu. Apa yang terjadi saat ini bisa saya katakan seperti sesuatu yang sewenang-wenang terhadap Bali United," tambahnya.

Protes keras juga dilontarkan pentolan komunitas Semeton Dewata Tribun Timur, Putu Sariada. Ia dengan tegas menyebut ada sesuatu yang aneh apabila melihat keputusan yang diambil Komdis PSSI.

"Ini kompetisi profesional. Saya rasa masalah pemain yang terkena akumulasi kartu seperti saat ini tak akan terjadi apabila memang kompetisi ini dikelola secara profesional. Apa yang terjadi saat ini benar-benar membuat orang berpikir bila ada pihak yang sengaja menjegal langkah Bali United menjadi juara," jelas Putu Sariada. (one)