Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 10 November 2017 | 11:12 WIB
  • Pemerintah Tuntut Laga Pamungkas Liga 1 Digelar Serentak

  • Oleh
    • Satria Permana
Pemerintah Tuntut Laga Pamungkas Liga 1 Digelar Serentak
Photo :
  • Kemenpora/Naif Al'as
Menpora Imam Nahrawi bertemu Ketua Umum PSSI Letjen Edy Rahmayadi

VIVA – Kontroversi yang menaungi kesuksesan Bhayangkara FC meraih gelar juara Liga 1 memancing pemerintah untuk bertindak. Melalui Kemenpora, pemerintah meminta agar pekan pamungkas Liga 1 digelar secara serentak.

Sukses Bhayangkara menjuarai Liga 1 memang penuh kontroversi. Itu bermula dari protes mereka ke Komisi Disiplin PSSI karena Mitra Kukar yang menurunkan pemain ilegal, Mohamed Sissoko.

Mitra Kukar kemudian dijatuhi hukuman oleh Komdis. Naga Mekes dinyatakan kalah dengan skor 0-3, dan harus membayar denda.

Keputusan ini membuat kubu Mitra Kukar terkejut. Sebab, mereka merasa tak mendapat pemberitahuan. Namun, belakangan Mitra Kukar mengakui kesalahannya yang tak membaca surel terkait pemberitahuan sanksi larangan bermain untuk Sissoko.

Menghindari kejadian serupa, Kemenpora meminta agar seluruh laga krusial pekan pamungkas digelar serentak dan ditayangkan langsung.

Juara sudah ditemukan, mungkin pertandingan yang bisa disiarkan langsung adalah laga penentuan degradasi. Kemenpora juga meminta PSSI lebih proaktif dalam pemberitahuan sanksi atau hukuman terhadap seorang pemain hingga elemen klub lainnya.

"Kami juga meminta agar PSSI menyampaikan laporan secara lengkap terkait penyelenggaraan kompetisi setelah Liga 1 dan 2 selesai," begitu isi surat bernomor 11.9.1/Menpora/XI/2017, yang dikirimkan Kemenpora ke PSSI.

Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, menyatakan maklum terhadap kesulitan PSSI dan PT Liga Indonesia Baru terhadap penyelenggaraan kompetisi musim ini.

"Namun, sangat disayangkan banyak kontroversi yang terjadi. Padahal, itu tak perlu, mengingat harapan dari seluruh elemen terhadap PSSI sangat tinggi," ujar Imam. (one)