Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Jumat, 10 November 2017 | 23:18 WIB
  • Madura United Desak Komdis PSSI Lakukan Terobosan

  • Oleh
    • Riki Ilham Rafles,
    • Muhammad Nurhendra Saputra
Madura United Desak Komdis PSSI Lakukan Terobosan
Photo :
  • VIVA.co.id/Riki Ilham Rafles
Manajer Madura United, Haruna Sumitro

VIVA – Komisi Disiplin PSSI belakangan menjadi bahan pembicaraan hangat. Tak cuma oleh publik pecinta sepakbola nasional, tetapi juga klub-klub peserta kompetisi di Indonesia.

Badan yudisial PSSI pimpinan Asep Edwin Firdaus itu tak jarang mendapat kritik tajam. Sebab, Komdis dianggap terlalu mudah dalam menjatuhkan sanksi, tanpa melakukan pengecekan terlebih dahulu.

(Baca juga: Madura United Putus Kontrak Odemwingie)

Manajer Madura United, Haruna Sumitro, memberi contoh betapa buruknya hukuman Komdis yang diberikan kepada pihaknya. Mereka mendapatkan denda Rp50 juta karena dianggap tak patuh putusan Komdis sebelumnya.

Saat MU dalam hukuman bertanding tanpa penonton, di tribun kedapatan ada puluhan penonton di tribun VIP. Dan kejadian tersebut dicatat oleh pengawas pertandingan untuk dilaporkan kepada Komdis.

Padahal menurut Haruna, mereka yang dianggap penonton di tribun VIP adalah panitia pelaksana pertandingan. Karena tidak ada pekerjaan yang mesti dilakukan, maka mereka memilih duduk di sana.

"Saya ingin menyampaikan bahan evaluasi, bahwa ada kejadian di luar jangkauan regulasi terjadi. Komdis harus membuat terobosan, tidak sekadar mengacu pada laporan," tutur Haruna, dalam acara diskusi PSSI Pers di Jakarta, Jumat 10 November 2017.

Hukuman serupa diprediksi Haruna akan kembali diterima MU. Karena ketika menjamu Bhayangkara FC di Stadion Gelora Bangkalan, Senin 6 November 2017 lalu, banyak aparat kepolisian yang juga duduk di tribun penonton.

(Baca juga: Ada Skema Jatuhkan Madura United di Laga Lawan Bhayangkara?)

"Yang kemarin saya dihukum karena panpel nonton. Kemarin ada tamu berseragam lebih dari 150 dan aparat keamanan 1.500, bagaimana Komdis menjangkau? Yang dihukum siapa? Kalau kembali ke kode disiplin, kami pasti kena lagi," tuturnya.

Haruna memberi pembelaan mengenai masih adanya penonton yang duduk di tribun stadion dengan memberi tahu mengenai adanya larangan bertanding tanpa penonton. Namun, imbauan mereka itu tidak dipedulikan. (ase)