Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Rabu, 15 November 2017 | 11:27 WIB
  • Persebaya Vs PSIS, Partai Klasik Sarat Gengsi di Liga 2

  • Oleh
    • Satria Permana,
    • Dede Idrus (Bandung)
Persebaya Vs PSIS, Partai Klasik Sarat Gengsi di Liga 2
Photo :
  • https://www.liga-indonesia.id
Para pemain Persebaya Surabaya

VIVA – Partai babak 8 besar Liga 2 Grup Y akhirnya digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Rabu 15 November 2017. Salah satu partai yang akan diselenggarakan pada pekan pembuka Grup Y adalah Persebaya Surabaya versus PSIS Semarang.

Duel yang menarik. Ini merupakan partai yang bisa disebut sebagai laga klasik.

Keduanya memang sering saling sikut dalam partai penting di kompetisi Indonesia. Pada era Perserikatan, Persebaya dan PSIS sudah saling bunuh.

Dan, salah satu partai yang paling menarik terjadi di Perserikatan musim 1986/87. Pada partai yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (saat itu masih bernama Stadion Utama Senayan), 11 Maret 1987, Persebaya lebih diunggulkan karena materi pemain lebih baik.

Namun, PSIS tampil mengejutkan dengan membobol gawang Bajul Ijo di menit 77 lewat Syaiful Amri. Ini menjadi satu-satunya gol yang tercipta dalam pertandingan tersebut.

Tak sampai di situ. Keduanya kembali berduel dalam partai puncak Liga Indonesia pada 9 April 1999. 

Aroma dendam dan gengsi tentunya menyelimuti laga ini. Persebaya sangat bernafsu untuk bisa menjegal PSIS. Lagi-lagi, Persebaya berstatus unggulan karena materi pemain PSIS terbilang biasa saja.

Berstatus kuda hitam, PSIS justru tampil mengejutkan. Hingga akhirnya, mereka menang secara dramatis lewat gol tunggal Tugiyo pada penghujung laga. Umpan silang Agung Setyabudi diteruskan oleh ‘Maradona Purwodadi’ itu untuk menjebol gawang Persebaya kawalan Hendro Kartiko.

"Saya saksi kalau Persebaya melawan PSIS Semarang itu adalah El Clasico Indonesia. Hari ini, saya akan menjadi bagian dari kehormatan itu, melihat pertandingan besar," kata manajer Persebaya, Chairul Basalamah.

"Semua tim yang main di babak 8 besar tak sembarangan. Kami bersyukur punya persiapan matang. Teknis, kami yakin semua bisa menunjukkan yang terbaik," tuturnya. (art)