Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Sabtu, 25 November 2017 | 01:30 WIB
  • Minim Dana Bukan Sebab Performa Sriwijaya FC Menurun

  • Oleh
    • Riki Ilham Rafles
Minim Dana Bukan Sebab Performa Sriwijaya FC Menurun
Photo :
  • VIVA.co.id/Riki Ilham Rafles
Presiden Sriwijaya FC, Dodi Alex Reza saat memperkenalkan Rahmad Darmawan

VIVA – Sriwijaya FC mencatatkan capaian terburuk dalam semusim berlaga di kompetisi kasta tertinggi Indonesia. Pada Liga 1 2017, mereka cuma mampu finis pada peringkat 11 klasemen.

Karena capaian buruk tersebut, bermunculan kritik tajam kepada manajemen. Mereka dianggap tidak mampu menjaga trek positif Laskar Wong Kito yang selalu bisa berada di papan atas.

(Baca juga: Pilih Sriwijaya, Rahmad Darmawan Cuma Butuh Waktu 15 Menit)

Kualitas skuat Sriwijaya FC di musim lalu juga dipertanyakan. Karena biasanya mereka selalu memiliki banyak pemain bintang dalam tim.

Presiden Sriwijaya FC, Dodi Alex Reza mengakui kegagalan tersebut dan meminta maaf kepada para suporter. Dia mengatakan memang banyak masalah yang dihadapi selama Liga 1 2017.

"Atas nama manajemen, pemain dan ofisial, saya katakan kita alami masa yang kurang beruntung. Kami mohon maaf atas pencapaian yang kurang maksimal ini," kata Dodi saat ditemui di Palembang, Jumat 24 November 2017.

"Banyak hal dan kendala karena kejadian yang tidak menguntunkan. Biarlah itu menjadi masa lalu, dan mari kita tatap ke depan," imbuhnya.

Akan tetapi, Dodi menolak jika dianggap Sriwijaya FC mengalami paceklik dana selama mentas di Liga 1 2017. Karena manajemen menyiapkan dana sekira Rp32 miliar untuk semusim.

(Baca juga: Beban Berat Rahmad Darmawan di Sriwijaya FC)

Karena tak ingin capaian musim lalu terulang, sejak jauh hari Dodi menggenjot manajemen Sriwijaya FC untuk mencari sponsor baru. Dia menargetkan untuk Liga 1 2018, tim punya dana Rp35 miliar.

Dana tersebut menjadi modal bagi mereka membangun tim juara. Langkah awalnya adalah mendatangkan pelatih Rahmad Darmawan, serta beberapa pemain asing seperti Esteban Vizcarra dan Makan Konate.