Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Minggu, 3 Desember 2017 | 00:41 WIB
  • Pemain Persib dan Persija Akur Dukung Kampanye Menpora

  • Oleh
    • Riki Ilham Rafles
Pemain Persib dan Persija Akur Dukung Kampanye Menpora
Photo :
  • Dok. Kemenpora
Menpora Imam Nahrawi dan pesepakbola dalam kampanye virus positif di sosmed

VIVA – Pemain Persib Bandung, Atep Rizal bersama bek Persija, Gunawan Dwi Cahyo akur dalam mendukung kampanye Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi untuk menyebarkan virus positif di sosial media.

Tidak cuma Atep dan Gunawan yang dirangkul Imam untuk meramaikan kampanye ini. Striker Arema FC, Dendi Santoso, dan kapten Persebaya Surabaya, Rendy Irwan juga turut serta.

Keempat pemain itu bersepakat untuk bersama menangkal maraknya berita bohong di sosial media. Keseriusan para pemain dibuktikan dengan hadir dalam acara talk show bertajuk 101 Wajah Media Sosial: Tantangan Millenials di Sidoarjo, Jawa Timur, Sabtu 2 Desember 2017.

"Saya senang ada di acara ini, di mana bisa saling bertukar pikiran untuk menangkal berita hoax. dan saya sendiri tidak terlalu pusing juga dengan berita hoax," kata Dendi.

"Sebagai pemain kita selalu berusaha menebarkan informasi kebaikan, baik secara pribadi, maupun mewakili tim," timpal Rendy.

Dengan adanya virus positif dari para pesepakbola/atlet, Imam berharap olahraga Indonesia bisa lebih maju lagi. Apalagi, dalam waktu kurang dari sembilan bulan, Indonesia akan jadi tuan rumah Asian Games 2018 Jakarta-Palembang.

"Sejak sekarang, saya minta para pemuda di sini untuk menyebarkan dan menebarkan informasi kebaikan," tutur pria asal Bangkalan, Madura itu.

Yang menarik, keempat pemain tersebut di atas berasal dari klub yang saling memiliki rivalitas tinggi. Ketegangan suporter Persib dan Persija belakangan selalu mencuat. Sedangkan suporter Arema FC dan Persebaya memiliki sejarah bentrokan.

"Pemandangan ini membuktikan bahwa sepakbola kita satu, sudah tidak zamannya lagi Bonek-Aremania bertengkar, begitu juga Jakmania-Viking/Bobotoh. Tidak ada lagi ada menebarkan kebencian di sepakbola Indonesia," ujar Imam.