Download Our Application
A Group Member of VIVA

viva.co.id

  • Selasa, 5 Desember 2017 | 04:02 WIB
  • Pelatih Arema FC Dilarang Berkomentar ke Media

  • Oleh
    • Muhammad Nurhendra Saputra,
    • Lucky Aditya (Malang)
Pelatih Arema FC Dilarang Berkomentar ke Media
Photo :
  • VIVA.co.id / Lucky Aditya Ramadhan (Malang)
Pelatih Arema FC, Joko Susilo. (VIVA.co.id / Lucky Aditya)

VIVA – Pelatih Arema FC Joko Susilo saat ini tidak bisa berkomentar seperti biasa ke awak media setelah memimpin sesi latihan tim. Segala kebutuhan informasi soal tim Arema, menjadi satu pintu melalui Media Officer tim, Sudarmaji.

"Pelatih punya program bagaimana menata komunikasi dengan media salah satunya adalah bahwa selama latihan untuk tidak dilakukan wawancara langsung bersama pelatih. Semua melalui Media Officer, karena apa pelatih sedang membangun pondasi atau kerangka tim," kata Sudarmaji, Senin, 4 Desember 2017.

Sudarmaji menyebut, tim pelatih merasa perlu melakukan pembatasan kepada awak media karena ingin fokus mempersiapkan tim untuk musim depan. Sebagai gantinya, setiap hari Rabu, awak media diperbolehkan melakukan tanya jawab dengan Joko Susilo.

"Kami sangat butuh media tapi bukan berarti menghalang-halangi media. Kita memberikan kesempatan waktu seminggu satu kali waktu kita sepakati Rabu. Silahkan wartawan memberikan masukan saran keperluan informasi berita, istilahnya nanti gathering media," tambah Sudarmaji.

Pada kesempatan itu, Sudarmaji menyebut awak media diperbolehkan bertanya tentang preview dan review program pelatih selama sepekan. Manajemen mengakui kebijakan pembatasan sesi wawancara merupakan hal yang baru, namun penting dilakukan karena untuk memproteksi pelatih.

"Di hari Rabu, mereka (wartawan) bisa bertanya ke pelatih tentang preview maupun review. Ini memang sesuatu yang baru di Arema kita ingin memberikan proteksi mungkin ini jadi pelajaran awal," ucap Sudarmaji.

Pihak Arema beranggapan jika manajemen Singo Edan mencoba berproses menjalankan kebijakan baru. Sudarmaji mengaku bertanggungjawab atas konsekuensi menerapkan kebijakan baru pembatasan wawancara pelatih.

"Kita mencoba berproses menjalankan hal yang mungkin belum biasa diantara kita. Media Officer siap menjalankan apapun konsekuensinya demi menjalankan keinginan pelatih," kata Sudarmaji.

Pelatih Arema FC, Joko Susilo pun menolak wawancara saat Viva mencoba bertanya perkembangan tim Arema menyongsong kompetisi 2018 pada Minggu, 3 Desember 2017. "Maaf ke Media Officer saja. Saat ini wawancara semuanya melalui Media Officer," ujar Joko Susilo.